Kamis, 05 Juni 2008

“Dying Inside”

“Dying Inside”

Puluhan tahun yang lalu, di sebuah desa di California ada seorang tua, pekerjaan beliau adalah tukang asah pisau keliling. Setiap hari orang tua tersebut berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan jasanya. Beliau berkeliling sambil membunyikan lonceng kecil, untuk menarik perhatian orang. Pada awalnya, banyak sekali orang yang memanfaatkan jasa beliau. Setiap hari selalu ada saja orang yang mengasahkan pisau ataupun gunting mereka ke orang tua tersebut. Dengan pekerjaan mengasah pisau, orang tua tersebut bisa menghidupi keluarganya. Tahun demi tahun berlalu, jaman semakin modern dan membuat segalanya menjadi praktis. Demikian juga, pisau-pisau maupun gunting-gunting yang ada di pasaran semakin berkualitas dan murah. Sehingga perlahan- lahan tidak ada lagi orang yang mengasahkan pisau atau guntingnya. Mereka lebih memilih untuk membeli yang baru daripada mengasahkannya. Akibatnya, tidak ada lagi orang yang membutuhkan jasa orang tua si pengasah pisau tersebut. Tetapi setiap hari orang tua tersebut tetap berkeliling seperti biasa, dengan harapan masih ada orang yang mau memanfaatkan jasanya. Awalnya, orang tua tersebut masih bersemangat. Tapi lama-kelamaan, semangatnya semakin kendur karena dia merasa tidak ada lagi orang yang membutuhkan dia. Waktu berlalu, akhirnya tidak lama, orang tua tersebut meninggal. Ada yang mengatakan bahwa orang tua tersebut meninggal karena kanker. Tapi sebenarnya apa yang menyebabkan orang tua tersebut meninggal? Apa yang akan Anda rasakan bila tidak ada lagi orang yang membutuhkan Anda? Anda akan merasa ¡§dying inside¡¨. Menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, kebutuhan manusia yang paling tinggi adalah aktualisasi diri. Anda akan merasa sangat berarti bila Anda dibutuhkan oleh banyak orang. Oleh karena itu, buatlah sesuatu yang dapat membuat diri Anda dibutuhkan, kembangkan potensi diri Anda!

Selasa, 03 Juni 2008

Ask 'Why' five times

"Ask 'Why' five times." Solving problem more easier & More fast. Sekitar pertengahan tahun 2006, Mr Inoue, staff dari yazaki corporation melakukan promosi aktifitas zero defect nya di Indonesia. Dia mengajarkan bagaimana methoda analisa masalah yang efisien.
Bersamanya juga ada Mr Doi, engineer terbaik di salah satu yazaki corporation. Yazaki adalah perusahaan yang mendapatkan penghargaan best supplier performance dari Toyota corporation di tahun 2006.

Didalam ruang kelasnya d ia mengajarkan pertanyaan dasar “lima kenapa” kata kenapa yang di tanyakan 5 kali. Adalah hal yang sangat simple tapi merupakan teknik yang ampuh untuk menyelesaikan masalah. Ini merupakan langkah yang mengharuskan kita berfikir dan tertantang untuk menyelesaikan masalah “status quo’ tidak jelas, tidak pasti, dan tentunya tidak terselesaikan.

Sebagai contoh nya

Saya akan menceritakan apa yang dilakukan oleh engineer yazaki, Mr Doi, mengenai 5 whys.

Ketika mendapati masalah yang dihadapi para engineer untuk menyelesaikan masalah solder NG di dalam sebuah electric factory.

“ apakah yang menyebabkan solder putus?” seorang engineer menanyakan kepada Mr Doi, menyambut kedatangan Mr Doi, yang tentunya mereka berharap untuk di Bantu menyelesaikan masalah.
jawabannya juga sebuah pertanyaan.. kenapa solder tidak menempelkan pin kedalam board 100% di semua waktu?
“Ya kadang kadang solder tidak meleleh dengan sempurna”
“Mungkin temperature solder bervariasi “sambung engineer yang lain”
“ Kenapa temperature bisa bervariasi ? timpak Mr Doi.
Kemudian engineer terdiam sesaat samapi kemudian ada yang sampaikan
“ada sesuatu yang menyebabkan temperature bervariasi”
“kenapa itu bisa terjadi ? apa yang menyebabkannya ? tanya Doi
sampai kemudian salah satu engineer menyampaikan
“ Mungkin sisa solder di tempat pembersihan solder ikut menempel ke kepala solder, menyebabkan penurunan suhu mendadak dan sesaat sebabkan proses tidak sempurna”

Ini adalah contoh simple mengenai “ Five Why” analysis. Proses dimana Doi menanyakan kata “kenapa” sampai kamu menemukan secara pasti akar dari permasalahan yang ada.

“Brilliant” kata Doi, sekarang apa yang dapat kamu lakukan untuk mencegah solder suhu turun?
Engineer yang lain menjawab “kita bisa mengganti dengan solder padat agar tidak mengulang pembersihan berkali kali”

Bagi Mr Doi, selalu ada masalah mendasar dari masalah dan untuk itu di perlukan analisa yang mendalam
Dengan semangat, dan kita tidak akan mendapati defect itu kembali. Atau kita hanya akan menyelesaikan masalah di permukaan. Dengan hati resah, menunggu defect berikutnya. ?

Menanyakan dengan “kenapa” adalah cara simple yang sangat powerful. Tentunya kadang kita harus menanyakan “kenapa” sampai sepuluh kali untuk mendapatkan akar masalah sebenarnya.

Selamat mencoba.

Senin, 02 Juni 2008

Takut pada hal yang belum kita ketahui,

Kita tidak akan tau, ketika kita tidak pernah mencoba untuk mendapatkannya.

Dengan mengambil resiko ”keluar dari perusahaan” tempat saya bekerja. Saya mencoba menggadaikannya dengan kemungkinan saya memiliki usaha yang saya harapkan.

Dengan ikhtiar, doa dan harapan, keluar dari zona nyaman ternyata membuat kita berusaha lebih keras lagi untuk berhasil. Dan ini telah saya buktikan. Tentunya kondisinya akan lain manakala saya masih harus bekerja di perusahaan, mencari cari calon pelanggan yang sangat membutuhkan kerja keras.

Dengan adrenalin mengalir dalam semangat untuk berubah, rasa tidak nyaman yang menggelitik dan membakar jiwa untuk sesegera mungkin membuat perubahan.
Semua perubahan itu tak akan di mulai saat kit takut pada hal yang belum kita ketahui, dengan menghilangkan rasa takut dan menantanggnya kita bisa membuat perubahan.

Selamat datang keberanian, dan selamat datang perubahan.
Semoga yang maha berani, yang maha kuat, yang maha hebat..
Memberi kita kekuatan..

Selasa, 08 April 2008

“Memilih Yang Paling ringan”


Dapatkah kita mengukur kemampuan kita? Sebuah modal yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita harus kita format dengan baik, jangan asal. Namun, yang sering terjadi adalah sebaliknya. Saat kita ditawari sebuah pilihan tanggung jawab, tak jarang di antara kita memilih yang paling ringan. Jika terlibat dalam sebuah kepanitiaan misalnya, kita menolak untuk menjadi seorang ketua. Masing-masing berebut untuk menjadi seksi konsumsi, dokumentasi dan yang lain, yang dipandang tidak berat daripada menjadi seorang ketua atau seksi acara. Mengapa? Ada sebuah contoh kasus. Dalam sebuah kerja bakti, seorang pemuda menolak untuk membawa batako ke suatu jarak dalam jumlah yang sama dengan orang lain. Ia mengatakan hanya bisa membawa batako sebanyak 4 buah dengan alasan keterbatasan tenaga. Dan disetiap giliran, ia memang hanya membawa 4 buah. Iseng, seorang temannya menambahkan satu batako lagi menjadi lima buah untuk dibawa pemuda tersebut. Si pemuda tidak tahu kalau bawaannya sudah ditambah satu. Setelah sampai di tempat tujuan, meletakkan dan menatanya, ia baru sadar, kalau batako yang dibawanya melebihi daripada apa yang diperkirakan. You see, ternyata ia bisa membawa beban yang lebih banyak. Tak sedikit orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya sebuah beban hanya akan tampak lebih berat di kepala daripada di pundak. Karenanya, kenyataan banyak orang yang tidak memaksimalkan kemampuannya disebabkan oleh pikiran mereka sendiri. Apa yang menyebabkana kita tidak mau melakukannya adalah karena sebuah ketakutan di dalam pikiran. Takut tak sanggup, takut tak berhasil, takut tak memuaskan. Justifikasi terhadap diri sendiri ini kita keluarkan tanpa kita mencoba untuk melakukannya terlebih dahulu. Apakah kita sadar, bahwa ini sesungguhnya tengah mengkerdilkan kita? Jika kita ingin menjadi seorang yang kompeten, maka kita harus berani. Kita akan mengetahui kemampuan kita apabila kita telah mencoba apa yang menurut kita berat pada awalnya. So, jika kita ingin tersenyum lebih lebar untuk diri kita, jangan batasi kemampuan kita, jangan pilih yang paling ringan

Kekuatan Silaturahmi Networking


Kekuatan Silaturahmi Networking ..."No bird soars too high if he soars with his own wings. - Tidak ada burung terbang terlalu tinggi bila ia terbang dengan sayap-sayapnya sendiri."~ William BlakeKurang lebih William Blake mengungkapkan bahwa setiap mahkluk di dunia ini memerlukan satu sama lain untuk dapat berprestasi dan hidup bahagia. Meskipun kita berada di era modern, dimana segala sesuatu dapat dikendalikan dengan teknologi mutakhir, tetapi kesuksesan berprestasi dan kebahagiaan kita masih sangat bergantung terhadap keberhasilan menciptakan networking.Dalam dunia usaha lazim dikatakan kita tidak bekerja jika tidak membangun networking atau hubungan sosial. Dengan kata lain menjalin hubungan sosial dengan siapa pun menjadi bagian penting dalam segala aktivitas kehidupan, entah pada saat kita di tempat kerja, di rumah, lingkungan rumah, tempat umum dan perbelanjaan dan lain sebagainya. Apa sebenarnya arti networking sehingga berdampak sangat besar terhadap kehidupan kita? Networking adalah membangun hubungan dengan orang lain atau organisasi yang berpengaruh terhadap kesuksesan pofesional maupun personal. Karena networking lebih dari sekadar berkenalan, melainkan berbagi potensi dan informasi, mendapatkan integritas dan mempengaruhi, dan menciptakan visi yang mengarahkan kemampuan masing-masing individu untuk melakukan sesuatu terhadap orang lain. Pengertian tersebut tak berbeda dengan pendapat Dr. Frank Minirth dalam bukunya berjudul You Can. Ia mengungkapkan bahwa networking adalah seni berkomunikasi satu sama lain, berbagi ide, informasi dan sumberdaya untuk meraih kesuksesan individu ataupun kelompok. "Networking is a process of getting together to get ahead. It is the building of mutually beneficial relationship. - Networking adalah proses kebersamaan. Selain itu networking merupakan jalinan hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan," tandasnya. Secara garis besar dalam membangun networking haruslah berlandaskan prinsip saling menguntungkan dan komunikasi dua arah. Bila banyak orang merasa kurang berhasil membangun networking karena mereka hanya berkenalan atau bertukar kartu nama. Setelah tiba di rumah, kartu nama itu hanya memenuhi laci meja kerja dan sulit mengingat lagi siapa mereka. Sedangkan membangun kekuatan networking hanya bisa dikerjakan dengan cara yang terorganisasi. Saya akan menguraikan beberapa tips keberhasilan membangun kekuatan networking.Langkah pertama adalah menanamkan pola pikir yang didasari rasa cinta terhadap orang lain. Pada kenyataannya orang-orang lebih senang membicarakan tentang diri mereka sendiri. Mereka akan selalu berpikir, "Apa yang bisa saya peroleh?" atau "Apa keuntungan percakapan ini untuk diri saya sendiri?" Bila kita mampu menunjukkan ketertarikan terhadap apa yang mereka pikirkan ataupun katakan, maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Keuntungan pertama kita akan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dalam kesempatan pertemuan singkat tersebut, misalnya informasi tentang anak-anak, usaha mereka atau hobi yang sedang mereka jalankan saat ini. Informasi lebih banyak tentang diri pribadi mereka sangat penting guna memberikan perlakuan yang paling tepat, di sisi lain mereka juga pasti terkesan pada diri kita. Tetapi mungkin orang lain enggan bercerita jika kita tidak menunjukkan sikap dari keinginan yang tulus. Jadi kita harus bersikap sebaik mungkin tanpa unsur dibuat-buat. Langkah lain adalah menciptakan tujuan.Dengan demikian kita akan mampu memvisualisasikan siapa saja yang harus kita dekati. Sehingga tak perlu membuang waktu dengan mengikuti perkumpulan yang tidak berhubungan dengan target yang ingin kita capai. Tetapi sebaiknya kita tidak mendekati sampai lusinan orang dalam setiap kesempatan. Ketika kita mampu menciptakan jalinan hubungan baik dengan tiga orang saja dalam setiap kesempatan itu sudah cukup. Karena kekuatan networking terletak pada kualitas dibandingkan kuantitas atau jumlahnya. Sesudah itu, maksimal dalam 72 jam kita harus berusaha menjalin komunikasi dengan mereka agar mereka tidak melupakan kita begitu saja. Langkah yang bisa kita lakukan adalah mengirimkan kartu pos, mengirimkan e-mail, surat, menelpon seraya mengungkapkan kebahagiaan kita mendapatkan kesempatan bertemu mereka atau menanyakan kabar tentang anak-anak, usaha, maupun hobi yang sedang mereka kerjakan. Cara lain adalah mengirimkan sesuatu dan menyampaikan kesan mendalam sekaligus keinginan untuk bertemu mereka suatu saat nanti, dan lain sebagainya. Ciptakan berbagai langkah menciptakan jalinan komunikasi, karena hal itu akan membuat mereka lebih mengingat kita. Sehingga apabila suatu ketika kita menghubungi atau bertemu lagi, mereka akan dengan mudah mengingat dan menjalin keakraban dengan kita. Untuk dapat menciptakan networking, kita juga dituntut bersikap sabar tetapi aktif dan proaktif dalam memberi, entah dalam bentuk pelayanan atau kontribusi lainnya kepada perorangan maupun grup. Milikilah nilai tersendiri bagi orang lain, dengan menciptakan kerjasama yang memberikan kemudahan dan berbagai nilai yang menguntungkan mereka. Selain itu kita juga harus bersikap lebih cerdas dan selalu menyampaikan informasi yang akurat atau tidak mengada-ada. Caranya adalah dengan terus belajar banyak hal setiap ada kesempatan. Dengan demikian, kita akan lebih dikenal dibandingkan orang lain karena kelebihan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Sementara itu kita harus selalu meluangkan waktu untuk melakukan komunikasi guna mengembangkan dan mempertahankan hubungan tersebut. Salah satu alasannya karena tak ada jalan pintas dalam mengembangkan dan mempertahankan networking kecuali kesinambungan komunikasi. Kalaupun ada cara tercepat mengembangkan networking menurut Joe Girald adalah menjalin hubungan dengan orang yang sudah mempunyai jaringan cukup besar. Tetapi Joe Girald dalam bukunya The Greatest Salesman In The World, menyatakan bahwa kesinambungan komunikasi sudah dapat memperluas networking. Ia berpendapat orang biasapun memiliki sekurang-kurangnya 250 orang yang cukup dekat dalam kehidupannya. Kesinambungan komunikasi dengan orang lain benar-benar kunci keberhasilan kita membangun networking. Berdasarkan sebuah penelitian, sebagian besar orang tidak akan pernah menyadari sedang memerlukan orang lain sebelum berkomunikasi dengan orang yang bersangkutan selama 8-10 kali. Jangan pula berkeinginan untuk menunda menjalin komunikasi dengan orang lain, karena selain tak mendapatkan hubungan baru kita juga akan kehilangan semangat baru. Secara garis besar kita sangat membutuhkan networking untuk menjadikan kehidupan kita lebih sukses dan bahagia. Betapapun kita sangat ahli di bidang tertentu, mampu menginspirasi tim kerja, ahli dalam bernegosiasi dan memasarkan produk, dan berbagai kemampuan lainnya, tetapi semua itu selalu berkaitan dengan orang lain. Kalaupun mungkin kita tak berpikir dapat membangun sebuah bisnis yang beromzet puluhan atau ratusan juta rupiah. Tetapi dengan memiliki networking yang besar dan berkualitas, semua itu bisa saja terjadi. Kesempatan untuk mendapatkan impian yang kita inginkan akan semakin terbuka lebar bila kita berhasil membangun networking yang besar dan berkualitas.[aho] Sumber: Kekuatan Networking oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalah motivator, pengusaha, dan penulis buku bestseller.