Sabtu, 25 Oktober 2008

Keterlambatan


Keterlambatan ... Meri senang. Atasannya yang baru kali ini sangat baik. Betul-betul baik. Dulu ketika Meri mulai bekerja di perusahaan itu, semua serbakaku. Absensi diperiksa tiap hari. Terlambat sedikit dipotong uang makan. Bahkan, kalau dihitung-hitung, bila sampai terlambat satusetengah jam lebih, maka uang makan akan habis dipotong. Memang sih, tidak ada yang terlambat sampai selama itu. Tapi tetap saja bikinhati deg-degan. Tapi, sejak atasan yang baru ini masuk. Segala sesuatunya berubah. Meri adalah sekretaris langsung atasan ini. Atasannya yang baru ini sangat rajin. Tiap pagi selalu merupakan orang pertama yang sampai di kantor sesudah office boy.Orangnya juga sangat baik. Tidak pernah marah-marah. Selalu bicara dengan sabar. Mula-mula semua orang berusaha masuk lebih pagi.Minggu pertama, tak seorang pun terlambat.Tapi mulai minggu kedua, salah satu karyawan terlambat. Dia terlambat dua puluh menit. Semua orang tegang. Wah bagaimana nanti.Ternyata bos hanya bertanya mengapa terlambat. Ketika dijawab karena macet, beliau hanya berkata agar lain kali berangkat lebih pagi.Sudah. Begitu saja. Tidak ada marah-marah. Tidak ada potongan uang makan. Wah, enak juga ya. Pelan-pelan keesokan harinya beberapaorang juga terlambat. Eh, bos juga hanya memandang mereka dan bertanya mengapa terlambat. Setelah dijawab, beliau menganjurkanagar jangan terlambat lagi. Wah tidak marah juga.Meri mulai lebih santai dalam bekerja. Demikian juga karyawan lainnya. Meri yang dulu selalu buru-buru berangkat dari rumah, kinisantai. Sekali dua kali dia terlambat, bos hanya menegur. Setelah itu, lebih aneh lagi. Pada keterlambatan keempat dan seterusnya, bostidak lagi menegurnya. Bos akan bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Langsung membicarakan pekerjaan. Tidak pernah lagimenanyakan mengapa terlambat.Suatu kali, di kantor kedatangan seorang tamu. Ternyata tamu tersebut adalah karyawan di kantor tempat atasannya dulu bekerja. Disana dia tidak betah lagi dan ingin ikut pindah ke kantor Meri. Dia cerita bahwa di sana, bosnya yang sekarang sangat galak. Karena itudia ingin pindah kemari.Meri menyampaikan masalah ini ke atasannya. Atasannya memang mengenali mantan karyawannya itu. Beliaupun menemui orang itu danberbincang-bincang sebentar. Setelah itu tamu tersebut pamit. Meri pun kemudian masuk ke ruang bosnya karena dipanggil. Meri pikir,pasti orang itu diterima, karena di sini memang sedang mencari tambahan karyawan.DitolakTapi, jawaban atasannya membuatnya terheran-heran. Tidak, kata atasannya. Orang itu tidak diterima. Meri memberanikan diri bertanyake atasannya. Mengapa orang itu tidak diterima bekerja?Jawaban atasannya cukup panjang. "Karena dulu, di kantor yang lama, dia selalu terlambat masuk kantor. Sudah saya peringatkan beberapa kali tapi tetap saja terlambat. Berarti dia tidak menghargai saya, dia tidak menganggap perkataan saya sebagai sesuatu yang penting. Saya sudah bosan dan tidak mau lagi menegurnya. Akhirnya saya biarkan saja supaya dia sadar sendiri. Eh, bukannya sadar. Malah makin lama semakin gila keterlambatannya. Ya sudah. Saya menilai orang seperti itu tidak bisa bekerja sama dengan saya. Masa sekarang saya harus menerima dia bekerja di sini?"Meri hanya bengong mendengar penjelasan atasannya. Beliau bicara tanpa kesan marah. Hanya kesan sedih, agak menyayangkan mengapaorang itu tidak berubah. Celaka! pikir Meri. Dia sendiri juga sekarang sering terlambat. Hatinya jadi merasa kurang enak. Rasanyajadi sungkan sendiri. Malu juga sih.Dia merasa disindir, meskipun dia tahu atasannya tidak bermaksud begitu. Meri hanya bisa berjanji pada dirinya sendiri untuk merubahsikapnya. Dia tidak mau terlambat lagi. Dia tidak ingin mengecewakan atasannya yang sudah demikian baik.Mulai keesokan harinya, Meri langsung datang lebih pagi. Atasannya tidak berkomentar apa-apa. Beliau memang pendiam. Tapi Meri berniatmasuk pagi bukan karena ingin mencari pujian. Tapi karena dia ingin membalas kebaikan atasannya yang sudah bersikap baik.Rekan-rekan kerja lainnya mulai bertanya-tanya kenapa Meri sekarang rajin. Meri segera menceritakan kisah tamu yang pernah melamar, tapiditolak karena dulu sering terlambat. Keesokan harinya beberapa karyawan datang lebih pagi. Demikian juga lusanya dan seterusnya.Jumlah karyawan yang datang terlambat semakin berkurang. Ada juga yang santai-santai saja dan tetap terlambat. Tapi kini yang menegurbukan lagi atasannya, tapi karyawan lainnya, office boy, Meri, teman-temannya sendiri. Lama kelamaan dia malu juga sih.Perubahan tidak selalu harus dengan cara kekerasan. Do not wait for someone to tell you! You can change by yourself if you want to!Sumber: Keterlambatan oleh Lisa Nuryanti, Director Expands Consulting & Training Specialist

Jumat, 19 September 2008

Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu

Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.
Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanyamempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti iamenghinakan.Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bilaAnda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untukmembuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernihdalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu
akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkankemapananAndayang sekarang -untuk menuju sebuah kemapanan baru yanglebih tinggi.Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruandari kemapanan Anda.Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yangterlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan karenadia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisadirendahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentukelas Anda.Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi

Selasa, 09 September 2008

Jagalah Hubungan Baik & Turun gununglah.


Jagalah Hubungan Baik & Turun gununglah.


satu lagi tip's leadership yang sederhana untuk kita semua,


Hubungan Baik Jalin hubungan profesional dan interpersonal yang harmonis dengan seluruh anak buah. lngat, di balik statusnya sebagai bawahan, karyawan adalah pribadi yang memiliki latar belakang unik dan permasalahan tertentu. Luangkan waktu untuk mengenal karyawan secara personal sehingga Anda mampu melakukan coaching tepat sasaran.


Turun Gunung Mentang-mentang kartu nama telah dihiasi title Manajer, mentang sudah GM, atau sudah Supervisor.. atau sembarang lah... lantas Anda merasa bebas dari kewajiban dan melakukan dirty job atau pekerjaan anak buah?? . Seorang pemimpin akan dihargai anak buahnya apabila ia bersedia terjun ke lapangan dan tak asal main perintah saja. Semakin hebat lagi hormat anak buah bila pekerjaan itu bisa dilakukan dengan lancar. Turun gunung, masuk lumpur, itu perlu karena akan menunjukkan kualitas Anda kepada anak buah.

Senin, 08 September 2008

Tumbuhkan Motivasi

Tumbuhkan Motivasi

Berikut saya sampaikan sedikit tip's kepemimpin. yakni memberi motivasi.
bisa di kantor, di lapangan bola, di rumah atau di partai politik.

Berikan penghargaan terhadap prestasi-sekecil apapun itu, yang dilakukan anak buah Anda. Bahkan karyawan yang paling hobi telat sekalipun akan berusaha memperbaiki diri apabila Anda memujinya ketika ia datang tepat waktu (apalagi bila pujian itu diberikan tanpa terkesan menyindir). Secara berkala, ajukan pula pertanyaan serta tantangan yang mampu merangsang kreativitas berpikir anak buah Anda. Misalnya meminta pendapat mereka atas sebuah proyek kecil. Atau minta ide mereka untuk merubah posisi ruangan kantor.

Selamat mencoba.
sumber : al-its +

Jumat, 08 Agustus 2008

KAPAN DIRASA CUKUP ??

Cukup Itu Berapa ? ...Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup". Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? § Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. § Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. § Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. § Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. § Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.Belajarlah untuk berkata "Cukup"Sumber : Anonymous