Kamis, 22 Januari 2015

Satu ide dan jadikan kenyataan

Mengenang om Bob Sadino : ....
BERANI 'GOBLOG'  by  ~Bob Sadino~

"Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain." - Bob Sadino

"Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya." - Bob Sadino

"Orang pintar kebanyakan ide & akhirnya tidak ada satupun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma  punya 1 ide dan itu jadi kenyataan." Bob Sadino

"Saya bisnis cari rugi, sehingga jika rugi saya tetap semangat & jika untung maka bertambahlah syukur saya!" Bob Sadino

"Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif." - Bob Sadino

"Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar."- Bob Sadino

"Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu." - Bob Sadino

"Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya ga pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir kan cuma selangkah." - Bob Sadino

"Orang goblok itu gak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah." - Bob Sadino

"Orang pintar maunya cepet berhasil, padahal semua orang tau itu impossible! Orang goblok cuma punya 1 harapan: hari ini bisa makan." - Bob Sadino

"Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok berjuang keras untuk sukses biar bisa bayar para pelamar kerja." - Bob Sadino

~ Sekian perbedaan orang goblok dan orang pintar versi Bob Sadino.

Senin, 19 Januari 2015

Potensi manusia luar biasa

Potensi Manusia yang Luar Biasa
Oleh Andrie Wongso

Pada suatu hari, seorang anak menangis tersedu-sedu saat pulang dari sekolahnya. Melihat itu, dengan penuh kasih sayang, ibunya mendatangi si bocah. Saat ditanya, apa yang terjadi, si bocah hanya diam saja, sembari tetap mengucurkan air mata. Ia kemudian hanya menyerahkan selembar surat yang menurut gurunya harus diberikan segera pada ibunya.

Sembari masih bertanya-tanya apa yang terjadi, si ibu segera membuka surat itu. Ternyata, surat itu menjawab pertanyaannya. Inilah isi surat itu: "Karena anak Anda terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses pembelajaran di sekolah, demi rasa tanggung jawab kami kepada murid-murid lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak Anda secara terhormat menarik diri sendiri dari sekolah." Rupanya, sebelum diberikan surat itu, si anak sudah diberi tahu oleh gurunya, agar esok hari tidak perlu masuk sekolah lagi. Hal itulah yang membuatnya menangis.

Mendapati kondisi itu, sang ibu tak tinggal diam. Ia berusaha agar si anak bisa sekolah lagi. Namun, karena tetap tak diterima oleh sekolah itu, sang ibu yang juga seorang guru kemudian bertekad: "Kalau sekolah tak mau menerimamu lagi, jangan khawatir, Nak. Aku pun bisa menjadi guru yang baik untukmu..."

Sejak saat itu, si bocah diajari berbagai hal oleh ibunya. Hal itu membuat si bocah berkembang menjadi anak yang punya keingintahuan sangat besar. Ia sering mengadakan berbagai eksperimen hingga akhirnya orangtuanya pun membuatkan laboratorium kecil di rumahnya.

Tumbuh dengan kasih sayang dari orangtuanya, si bocah menjadi makin senang meneliti, apa saja. Dan, karena orangtuanya tak punya cukup uang untuk membiayai kesenangan putranya, si bocah mencoba mandiri. Ia lantas berjualan koran dan permen untuk mencari uang tambahan guna membiayai penelitiannya.

Begitulah, si bocah kecil tumbuh jadi remaja yang sangat percaya diri meski berkali2 gagal dlm eksperimennya, ia terus mencoba n mencoba lagi.kasih sayang ibunya membuat dia punya prinsip n tidak takut gagal, Bahkan saat orang lain sdh menyerah krn berkali2 kurang sukses dg yg dilakukannya, ia terus maju.Dengan pembelajaran n kasih sayang itulah kini si bocah dikenal sbg salah satu ilmuwan yg mampu mengubah dunia, Dialah Thomas Alva Edison. Copy Ars

Minggu, 18 Januari 2015

Doa Terbaik

DO'A TERBAIK

Dahsyatnya Doa “ Duduk Diantara Dua Sujud ”
Ketika orang ditanya, “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim ?”
Banyak yang menjawabnya dengan salah. Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a. Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia & akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari. Marilah kita renungi maknanya :

ROBIGHFIRLII, Wahai Tuhan ampunilah dosaku. Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho Allah. Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

WARHAMNII, Sayangilah diriku. Kalau kita disayang Alllah, hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih sayang akan dapat dicapai semua cita-cita. Dengan kasih sayang Allah nafsu kita akan terbimbing.
 
WAJBURNII, Tutuplah segala kekuranganku. Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki Allah, maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

 WARFA’NII, Tinggikanlah derajatku. Kalau Allah sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

WARZUQNII, Berikanlah aku rizki, sebagai hamba Allah kita membutuhkan rizki. Allah mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga & tanpa perhitungan.

WAHDINI, Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah.

WA’AAFINII, Berikanlah aku kesehatan. Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban oranga lain. “Health is not everything, but without health everything is nothing.”

WA’FUANNII, Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. Kita awali do’a ini dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan agar catatan dosa kita dihapus. Sehingga kita benar-benar bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
Allah memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah mencontohkan kepada kita, menurut logika do’a tersebut pasti terkabul, kecuali dari hati yg lalai dari apa yg disebutkan lisannya (jauh dari khusyuk)
Semoga bermanfaat .....

Sabtu, 16 Maret 2013

So What Gitu Loh?



So What Gitu Loh?
By jamilazzaini ⋅

Dalam perjalanan menyusun dan merealisasikan mimpi-mimpi hidup saya mengalami beberapa kali perubahan. Saat kuliah dulu, saya pernah menyusun mimpi ingin punya mobil mewah, rumah mewah dan tabungan milyaran rupiah. Impian itu bukan sekadar saya tulis, saya juga menempelkan gambar mobil, rumah mewah dan tumpukan rupiah di dalam lembaran impian saya.

Untuk menyemangati saya, hampir setiap pagi tulisan dan gambar itu saya baca dan saya lihat. Saat melihat tulisan dan gambar itu imajinasinya melayang jauh, semangatpun begitu menggelora. Seiring bertambahnya usia, berbagai pertanyaan muncul di kepala, “Lantas bila saya punya mobil dan rumah mewah serta tumpukan rupiah, so what gitu loh? Apakah martabat dan derajat manusia diukur dari itu semua?”

Saat saya sedang mencoba terjun di dunia trainer tahun 2005, saya membuat impian hidup yang baru, “Saya ingin menjadi trainer terbaik di Asia Tenggara.” Sejak tahun itu saya bersemangat memberikan training ke berbagai tempat, baik yang berbayar maupun yang cuma-cuma. Pada Januari 2006 saya memutuskan full time di dunia training.

Untuk mengingatkan saya setiap hari, tim saya membuat foto besar dibingkai bertuliskan kata-kata “menuju trainer terbaik Asia Tenggara”. Setiap pagi saya pandangi foto itu. Lagi-lagi perasaan gelisah berkecamuk di dalam jiwa saya, “Terus kalau saya menjadi trainer terbaik Asia Tenggara, so what gitu loh? Betapa egoisnya saya, menyusun mimpi hanya untuk kepentingan diri sendiri.”

Setelah melakukan berbagai perenungan, seyogyanyalah mimpi itu harus punya nilai atau value yang diperjuangkan. Mimpi itu bukan hanya berbicara tentang “aku” tetapi juga “kita”. Apa artinya? Mimpi itu harus memberi manfaat untuk diri pribadi sekaligus untuk orang-orang di sekitar kita.

Karena itulah saya lebih senang menggunakan kata visi dibandingkan mimpi. Karena visi itu berarti ada value atau nilai yang diperjuangkan. Ada juga manfaat yang hendak diwujudkan dan ditinggalkan di semesta. Ada juga harapan besar agar dikehidupan yang abadi kita berada di tempat yang tinggi.

Kini, visi hidup saya adalah, “Di kehidupan yang abadi saya ingin memeluk Sang Nabi, maka saya memantaskan diri dengan cara berusaha keras menginspirasi sedikitnya 25 juta orang dan 10 ribu diantaranya menjadi kader yang SuksesMulia serta bersemangat memberikan inspirasi.”

Dan setiap kali saya membaca dan menghayati visi di atas, bergetar hati ini, rindu segera berjumpa dengan Sang Nabi dan terus berjuang memantaskan diri. Tak ada lagi pertanyaan “so what gitu loh?”

Salam SuksesMulia!


So What Gitu Loh?
By jamilazzaini ⋅

Dalam perjalanan menyusun dan merealisasikan mimpi-mimpi hidup saya mengalami beberapa kali perubahan. Saat kuliah dulu, saya pernah menyusun mimpi ingin punya mobil mewah, rumah mewah dan tabungan milyaran rupiah. Impian itu bukan sekadar saya tulis, saya juga menempelkan gambar mobil, rumah mewah dan tumpukan rupiah di dalam lembaran impian saya.

Untuk menyemangati saya, hampir setiap pagi tulisan dan gambar itu saya baca dan saya lihat. Saat melihat tulisan dan gambar itu imajinasinya melayang jauh, semangatpun begitu menggelora. Seiring bertambahnya usia, berbagai pertanyaan muncul di kepala, “Lantas bila saya punya mobil dan rumah mewah serta tumpukan rupiah, so what gitu loh? Apakah martabat dan derajat manusia diukur dari itu semua?”

Saat saya sedang mencoba terjun di dunia trainer tahun 2005, saya membuat impian hidup yang baru, “Saya ingin menjadi trainer terbaik di Asia Tenggara.” Sejak tahun itu saya bersemangat memberikan training ke berbagai tempat, baik yang berbayar maupun yang cuma-cuma. Pada Januari 2006 saya memutuskan full time di dunia training.

Untuk mengingatkan saya setiap hari, tim saya membuat foto besar dibingkai bertuliskan kata-kata “menuju trainer terbaik Asia Tenggara”. Setiap pagi saya pandangi foto itu. Lagi-lagi perasaan gelisah berkecamuk di dalam jiwa saya, “Terus kalau saya menjadi trainer terbaik Asia Tenggara, so what gitu loh? Betapa egoisnya saya, menyusun mimpi hanya untuk kepentingan diri sendiri.”

Setelah melakukan berbagai perenungan, seyogyanyalah mimpi itu harus punya nilai atau value yang diperjuangkan. Mimpi itu bukan hanya berbicara tentang “aku” tetapi juga “kita”. Apa artinya? Mimpi itu harus memberi manfaat untuk diri pribadi sekaligus untuk orang-orang di sekitar kita.

Karena itulah saya lebih senang menggunakan kata visi dibandingkan mimpi. Karena visi itu berarti ada value atau nilai yang diperjuangkan. Ada juga manfaat yang hendak diwujudkan dan ditinggalkan di semesta. Ada juga harapan besar agar dikehidupan yang abadi kita berada di tempat yang tinggi.

Kini, visi hidup saya adalah, “Di kehidupan yang abadi saya ingin memeluk Sang Nabi, maka saya memantaskan diri dengan cara berusaha keras menginspirasi sedikitnya 25 juta orang dan 10 ribu diantaranya menjadi kader yang SuksesMulia serta bersemangat memberikan inspirasi.”

Dan setiap kali saya membaca dan menghayati visi di atas, bergetar hati ini, rindu segera berjumpa dengan Sang Nabi dan terus berjuang memantaskan diri. Tak ada lagi pertanyaan “so what gitu loh?”

Salam SuksesMulia!