Sabtu, 16 Maret 2013

So What Gitu Loh?



So What Gitu Loh?
By jamilazzaini ⋅

Dalam perjalanan menyusun dan merealisasikan mimpi-mimpi hidup saya mengalami beberapa kali perubahan. Saat kuliah dulu, saya pernah menyusun mimpi ingin punya mobil mewah, rumah mewah dan tabungan milyaran rupiah. Impian itu bukan sekadar saya tulis, saya juga menempelkan gambar mobil, rumah mewah dan tumpukan rupiah di dalam lembaran impian saya.

Untuk menyemangati saya, hampir setiap pagi tulisan dan gambar itu saya baca dan saya lihat. Saat melihat tulisan dan gambar itu imajinasinya melayang jauh, semangatpun begitu menggelora. Seiring bertambahnya usia, berbagai pertanyaan muncul di kepala, “Lantas bila saya punya mobil dan rumah mewah serta tumpukan rupiah, so what gitu loh? Apakah martabat dan derajat manusia diukur dari itu semua?”

Saat saya sedang mencoba terjun di dunia trainer tahun 2005, saya membuat impian hidup yang baru, “Saya ingin menjadi trainer terbaik di Asia Tenggara.” Sejak tahun itu saya bersemangat memberikan training ke berbagai tempat, baik yang berbayar maupun yang cuma-cuma. Pada Januari 2006 saya memutuskan full time di dunia training.

Untuk mengingatkan saya setiap hari, tim saya membuat foto besar dibingkai bertuliskan kata-kata “menuju trainer terbaik Asia Tenggara”. Setiap pagi saya pandangi foto itu. Lagi-lagi perasaan gelisah berkecamuk di dalam jiwa saya, “Terus kalau saya menjadi trainer terbaik Asia Tenggara, so what gitu loh? Betapa egoisnya saya, menyusun mimpi hanya untuk kepentingan diri sendiri.”

Setelah melakukan berbagai perenungan, seyogyanyalah mimpi itu harus punya nilai atau value yang diperjuangkan. Mimpi itu bukan hanya berbicara tentang “aku” tetapi juga “kita”. Apa artinya? Mimpi itu harus memberi manfaat untuk diri pribadi sekaligus untuk orang-orang di sekitar kita.

Karena itulah saya lebih senang menggunakan kata visi dibandingkan mimpi. Karena visi itu berarti ada value atau nilai yang diperjuangkan. Ada juga manfaat yang hendak diwujudkan dan ditinggalkan di semesta. Ada juga harapan besar agar dikehidupan yang abadi kita berada di tempat yang tinggi.

Kini, visi hidup saya adalah, “Di kehidupan yang abadi saya ingin memeluk Sang Nabi, maka saya memantaskan diri dengan cara berusaha keras menginspirasi sedikitnya 25 juta orang dan 10 ribu diantaranya menjadi kader yang SuksesMulia serta bersemangat memberikan inspirasi.”

Dan setiap kali saya membaca dan menghayati visi di atas, bergetar hati ini, rindu segera berjumpa dengan Sang Nabi dan terus berjuang memantaskan diri. Tak ada lagi pertanyaan “so what gitu loh?”

Salam SuksesMulia!


So What Gitu Loh?
By jamilazzaini ⋅

Dalam perjalanan menyusun dan merealisasikan mimpi-mimpi hidup saya mengalami beberapa kali perubahan. Saat kuliah dulu, saya pernah menyusun mimpi ingin punya mobil mewah, rumah mewah dan tabungan milyaran rupiah. Impian itu bukan sekadar saya tulis, saya juga menempelkan gambar mobil, rumah mewah dan tumpukan rupiah di dalam lembaran impian saya.

Untuk menyemangati saya, hampir setiap pagi tulisan dan gambar itu saya baca dan saya lihat. Saat melihat tulisan dan gambar itu imajinasinya melayang jauh, semangatpun begitu menggelora. Seiring bertambahnya usia, berbagai pertanyaan muncul di kepala, “Lantas bila saya punya mobil dan rumah mewah serta tumpukan rupiah, so what gitu loh? Apakah martabat dan derajat manusia diukur dari itu semua?”

Saat saya sedang mencoba terjun di dunia trainer tahun 2005, saya membuat impian hidup yang baru, “Saya ingin menjadi trainer terbaik di Asia Tenggara.” Sejak tahun itu saya bersemangat memberikan training ke berbagai tempat, baik yang berbayar maupun yang cuma-cuma. Pada Januari 2006 saya memutuskan full time di dunia training.

Untuk mengingatkan saya setiap hari, tim saya membuat foto besar dibingkai bertuliskan kata-kata “menuju trainer terbaik Asia Tenggara”. Setiap pagi saya pandangi foto itu. Lagi-lagi perasaan gelisah berkecamuk di dalam jiwa saya, “Terus kalau saya menjadi trainer terbaik Asia Tenggara, so what gitu loh? Betapa egoisnya saya, menyusun mimpi hanya untuk kepentingan diri sendiri.”

Setelah melakukan berbagai perenungan, seyogyanyalah mimpi itu harus punya nilai atau value yang diperjuangkan. Mimpi itu bukan hanya berbicara tentang “aku” tetapi juga “kita”. Apa artinya? Mimpi itu harus memberi manfaat untuk diri pribadi sekaligus untuk orang-orang di sekitar kita.

Karena itulah saya lebih senang menggunakan kata visi dibandingkan mimpi. Karena visi itu berarti ada value atau nilai yang diperjuangkan. Ada juga manfaat yang hendak diwujudkan dan ditinggalkan di semesta. Ada juga harapan besar agar dikehidupan yang abadi kita berada di tempat yang tinggi.

Kini, visi hidup saya adalah, “Di kehidupan yang abadi saya ingin memeluk Sang Nabi, maka saya memantaskan diri dengan cara berusaha keras menginspirasi sedikitnya 25 juta orang dan 10 ribu diantaranya menjadi kader yang SuksesMulia serta bersemangat memberikan inspirasi.”

Dan setiap kali saya membaca dan menghayati visi di atas, bergetar hati ini, rindu segera berjumpa dengan Sang Nabi dan terus berjuang memantaskan diri. Tak ada lagi pertanyaan “so what gitu loh?”

Salam SuksesMulia!

Jumat, 23 Desember 2011

CUKURO CUKUR PRIA BERGARANSI

Kini hadir CUKURO cukur pria bergaransi
Adapun informasi tentang cukuro bisa japri ke saya.
Biaya Franchise MURAH. terutama daerah JAWA TIMUR

Kamis, 22 Oktober 2009

Feature of TQM Methodology

Feature of TQM as Methodology
Prof. Yukihiro Ando. Murid/Penerus dari Kano-Seinse , Juga Anggota organisasi ISO dari jepang.

1. Tidak ada hal baru atau luar biasa dari TQM – Semua isi dari TQM adalah common sense
2. Didalam TQM tidak ada tools yang baku / prosedur / ataupun official.
3. Tidak semua yang pas di satu perusahaan akan pas di perushaan yang lain.
4. Tidak ada “correct way” tetapi yang ada adalah banyak “wrong Way”

4 Item tersebut member tau bagaimana mengenali TQM.
Setiap perusahaan menerapkan tools yang bias jadi berbeda satu dan lainnya.
AOTS memberikan salah satu contoh presentasi dari Komatsu yang telah mendapatkan Deming Price / Penghargaan dari Committee di jepang atas penerapan Quality Control /TQM

Kunci dari item (1) Tidak ada hal baru dalam TQM. Jadi ketika kita bicara TQM beberapa klausul dari ISO 9001 telah mencakup, custumer focus misalnya telah menjadi salah satu dari 8 prinsip dalam ISO 9001. TQM Menggaris bawahi bahwa lakukan hal yang tidak asing (hal yang sederhana) ini dengan benar. Maka hasil yang benar akan kita dapatkan

Selasa, 15 September 2009

BELAJAR


"Belajar"Bagi sebagian orang hampir setengah dari hidupnya dihabiskan untukbelajar, dan umumnya semua orang beranggapan bahwa masa belajar telahusai begitu mereka telah lulus kuliah dengan gelar sarjana, sedangkanbagi saya sendiri belajar tidak akan pernah selesai sampai padawaktunya saya tidak hidup di dunia ini lagi.Metafora hidup bagi saya adalah bahwa hidup merupakan suatupembelajaran. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa selama kita hidup,maka kita selalu belajar. Dimulai dari sejak Anda dilahirkan sampaiAnda menjadi tua, Anda belajar untuk berjalan, berbicara, memabaca,menulis, berkomunikasi dengan orang lain, cinta, patah hati,kehilangan, bekerja, berkeluarga, menjadi orang tua, menjadi kakekatau nenek dan seterusnya. Dan siklus ini telah berlangsung selamaribuan tahun. Disadari atau tidak setiap hari Anda akan belajarsesuatu yang baru. (Anonim)