Senin, 19 Oktober 2015

Tips dengarkan pelanggan anda

Dengarkan Pelanggan Anda
Dari Mutif
1. Dengarkan Pelanggan Anda 1Pelanggan adalah orang paling penting di kantor/perusahaan ini, baik dalam wujud pribadi maupun dalam wujud surat. Pelanggan tidak tergantung kepada kita, kitalah yang tergantung kepadanya. Pelanggan bukan merupakan gangguan terhadap kerja kita, melainkan tujuan dari kerja kita. Kita tidak berbuat kebaikan dengan melayaninya, tetapi dialah yang berbuat kebaikan karena memberikan kesempatan kepada kita untuk melayaninya.
Pelanggan merupakan asset terbesar bagi perusahaan karena tanpa mereka perusahaan tidak akan ada. Kelangsungan suatu bisnis mutlak bergantung dari ada tidaknya perhatian yang besar terhadap kebutuhan pelanggan.
Semakin banyak dan semakin loyal pelanggan terhadap Anda, semakin kuat kemungkinan bisnis Anda meraih sukses.
Sudahkah Anda memberikan yang terbaik untuk pelanggan? Bagaimanakah Anda melayani pelanggan dengan baik? Pertama-tama Anda harus peduli terhadap pelanggan Anda.
Seorang bijak pernah berkata, seorang penjual yang baik perlu mempunyai pengetahuan dan wawasan, tetapi semua itu tidaklah berarti di mata pelanggan sampai mereka tahu seberapa peduli Anda terhadap mereka.
Bagaimana cara menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap pelanggan Anda? Anda bisa memulainya dari hal yang sederhana, misalnya apakah Anda mengetahui makanan kesukaan mereka, tanggal lahir mereka, apakah Anda mengenal pekerjaan mereka dan masih banyak lagi.
Bayangkan bila Anda bertemu dengan seorang pelanggan dari sebuah pekerjaan tertentu dan Anda tidak pernah mendengar pekerjaan mereka, bagaimana perasaan pelanggan Anda? Sebaliknya, ketika mengenal pekerjaan pelanggan akan lebih mudah bagi Anda untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dan pada akhirnya memudahkan Anda untuk menjual.
Saatnya menunjukkan kepedulian terhadap pelanggan dan mendengarkan pelanggan Anda.

Minggu, 04 Oktober 2015

Mengapa bangga menekan pedagang kecil ?

Fwd.dari rekan.
Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Pak Ujang (65 tahun), pemilik kios ikan kecil di bilangan Jakarta Pusat.

Saya sering ke sana. Kiosnya sangat sederhana, berupa papan kecil seluas 2,5 x 4 meter.                                 
Beliau sudah lebih dari 30 tahun berjualan ikan di sana.                                              
Di sudut kanan toko terdapat sebuah tangga menuju lantai dua.                                                                                            
Lantai yang memiliki tinggi 1 m merupakan tempat tinggal Pak Ujang dan istri.

Tepat saat saya berkunjung, muncullah seorang pembeli yang menggunakan mobil mewah brand Jerman.

Awalnya Si Pembeli membeli makanan ikan seharga Rp 5.000,-                                                                                                              
Ia pun berusaha keras menawar. Akhirnya Pak Ujang sepakat menjual Rp 9.000,- per dua bungkus.

Si Pembeli kemudian melihat ikan koi tiga warna berukuran sekitar 30 cm. Pak Ujang menjual dengan harga Rp. 40.000,- per ekor. Terjadilah tawar-menawar.

Si pembeli terus memaksa ingin memiliki ikan tersebut dengan harga Rp 25.000,-. Katanya, ikan begitu tidak layak dihargai Rp 40.000,-

Pak Ujang terlihat sangat keberatan menjual ikan tersebut di bawah Rp 35.000,-. Namun, saya sendiri menyaksikan betapa kerasnya si pembeli menawar dan memaksa.

Akhirnya Pak Ujang pun luluh dan menjual empat ekor dengan harga yang diinginkan pembeli. ”Ikan ini sudah hampir 1 bulan tidak laku,” Jawabnya setelah saya menanyakan alasannya menjual.

Si Pembeli kembali membeli tanaman air yang harusnya berharga Rp 5.000,- per buah. Begitu gigihnya mendapat 4 buah dengan uang Rp 10.000,-, sampai-sampai Si Pembeli memasukkan sendiri dua tanaman air tambahan ke plastik.                                           
Tidak berhenti sampai di sana, saat hendak membayar, dia pembeli kembali meminta dua ekor ikan kecil seharga Rp 5.000,- per ekor untuk mainan anaknya. Dan Pak Ujang akhirnya memberikan.

Saya merenung. Banyak orang sering sekali berhemat setiap keping rupiah dari si miskin. Mereka sering mengganggap harga barang dari seorang pedagang kecil atau pasar tradisional tidak pantas dan menawar serta puas karena bisa berhemat setidaknya Rp 500,-                                                                        
Kemudian mereka berjalan ke mall dan tidak bertanya kepantasan dari harga secangkir kopi Rp 60.000,- atau semangkok bakso Rp. 40.000,-                                       
Mereka bahkan membeli dengan bangga dan malu bila menawar.

Mereka menawar dari tukang becak yang harus mengayuh sepeda dengan berat, tetapi tidak pernah memprotes argo taksi yang bergerak tak terkendali.

Setelah itu, mereka akan bicara tentang pengentasan kemiskinan.                                    
Mereka salahkan pemerintah atas data-data kemiskinan yang tidak pernah turun.                              
Padahal di balik itu, mereka mengeksploitasi Si Miskin.

Mereka berusaha berhemat setiap keping rupiah dari Si Miskin yang bekerja lebih keras, lebih berat, dan panas untuk memberi makan keluarganya.                                 
Namun, mereka menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall tanpa menanyakan kepantasannya.

Dan sadar ataupun tidak..  mereka mungkin adalah kita.. 😔

Kamis, 10 September 2015

Manusia dan botol

Sejenak Pagi:
MANUSIA dan BOTOL

1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…

2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusan ribu…

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Begitu juga kita…
kita semua sama…
kita semua manusia…
yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…
yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLOH atau kita dipandang hina oleh ALLOH lalu dibuang ke dalam neraka…

Hidup ini adalah pilihan
Mau diisi dg negatif atau positif.
Semua positif Alloh tdk untung.
Semua negatif Alloh juga tdk rugi.
Siapa yg untung atau rugi?
Diri sendiri.

“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Alloh adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Alloh Maha mengetahui lagi Maha teliti” (Al hujurot :13)

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Semoga Bermanfaat.
😊❤👍

Sabtu, 31 Januari 2015

Kamis, 22 Januari 2015

Monkey business .. batu akik?

Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50.000,- per ekor. Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan.

Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa pun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu.

Kemudian si orang kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 50.000,- . Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya monyet-monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut..

Maka si orang kaya pun sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp 100.000 per ekor. Tentu saja hal ini memberi semangat dan "angin segar" bagi penduduk desa untuk kemudian mulai untuk menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dari hari ke hari dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani.

Karena monyet kini telah langka, harga monyet pun meroket naik hingga Rp 150.000,- / ekornya. Tapi tetap saja monyet sudah sangat sulit dicari.

Sekali lagi si orang kaya mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia akan membeli monyet dengan harga Rp 500.000,- per ekor!

Namun, karena si orang kaya harus pergi ke kota karena urusan bisnis, asisten pribadinya akan menggantikan sementara atas namanya.

Dengan tiada kehadiran si orang kaya, si asisten pun berkata pada penduduk desa: "Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet-monyet itu kepada kalian dengan harga Rp 350.000,- / ekor dan saat si orang kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si orang kaya dengan harga Rp 500.000,- . Bagaimana...?".

Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka dan membeli semua monyet yang ada di kurungan.

Namun...
Kemudian...
Mereka tak pernah lagi melihat si orang kaya maupun si asisten di desa itu!

Selamat datang di Wall Street..!

Inilah yang dikatakan orang "Monkey Bussiness"!

Selamat pagi nyet, ... jangan terjebak oleh "Monkey Business"...
Seperti pohon Anthorium
Seperti ikan Lohan
Seperti semua barang yang kita beli tetapi bukan karena kita membutuhkan nya..

Hati hati Monkey Business yang sekarang lagi marak adalah "DEMAM BATU AKIK"

Copy pak Tam

Satu ide dan jadikan kenyataan

Mengenang om Bob Sadino : ....
BERANI 'GOBLOG'  by  ~Bob Sadino~

"Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain." - Bob Sadino

"Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya." - Bob Sadino

"Orang pintar kebanyakan ide & akhirnya tidak ada satupun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma  punya 1 ide dan itu jadi kenyataan." Bob Sadino

"Saya bisnis cari rugi, sehingga jika rugi saya tetap semangat & jika untung maka bertambahlah syukur saya!" Bob Sadino

"Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif." - Bob Sadino

"Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar."- Bob Sadino

"Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu." - Bob Sadino

"Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya ga pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir kan cuma selangkah." - Bob Sadino

"Orang goblok itu gak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah." - Bob Sadino

"Orang pintar maunya cepet berhasil, padahal semua orang tau itu impossible! Orang goblok cuma punya 1 harapan: hari ini bisa makan." - Bob Sadino

"Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok berjuang keras untuk sukses biar bisa bayar para pelamar kerja." - Bob Sadino

~ Sekian perbedaan orang goblok dan orang pintar versi Bob Sadino.

Senin, 19 Januari 2015

Potensi manusia luar biasa

Potensi Manusia yang Luar Biasa
Oleh Andrie Wongso

Pada suatu hari, seorang anak menangis tersedu-sedu saat pulang dari sekolahnya. Melihat itu, dengan penuh kasih sayang, ibunya mendatangi si bocah. Saat ditanya, apa yang terjadi, si bocah hanya diam saja, sembari tetap mengucurkan air mata. Ia kemudian hanya menyerahkan selembar surat yang menurut gurunya harus diberikan segera pada ibunya.

Sembari masih bertanya-tanya apa yang terjadi, si ibu segera membuka surat itu. Ternyata, surat itu menjawab pertanyaannya. Inilah isi surat itu: "Karena anak Anda terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses pembelajaran di sekolah, demi rasa tanggung jawab kami kepada murid-murid lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak Anda secara terhormat menarik diri sendiri dari sekolah." Rupanya, sebelum diberikan surat itu, si anak sudah diberi tahu oleh gurunya, agar esok hari tidak perlu masuk sekolah lagi. Hal itulah yang membuatnya menangis.

Mendapati kondisi itu, sang ibu tak tinggal diam. Ia berusaha agar si anak bisa sekolah lagi. Namun, karena tetap tak diterima oleh sekolah itu, sang ibu yang juga seorang guru kemudian bertekad: "Kalau sekolah tak mau menerimamu lagi, jangan khawatir, Nak. Aku pun bisa menjadi guru yang baik untukmu..."

Sejak saat itu, si bocah diajari berbagai hal oleh ibunya. Hal itu membuat si bocah berkembang menjadi anak yang punya keingintahuan sangat besar. Ia sering mengadakan berbagai eksperimen hingga akhirnya orangtuanya pun membuatkan laboratorium kecil di rumahnya.

Tumbuh dengan kasih sayang dari orangtuanya, si bocah menjadi makin senang meneliti, apa saja. Dan, karena orangtuanya tak punya cukup uang untuk membiayai kesenangan putranya, si bocah mencoba mandiri. Ia lantas berjualan koran dan permen untuk mencari uang tambahan guna membiayai penelitiannya.

Begitulah, si bocah kecil tumbuh jadi remaja yang sangat percaya diri meski berkali2 gagal dlm eksperimennya, ia terus mencoba n mencoba lagi.kasih sayang ibunya membuat dia punya prinsip n tidak takut gagal, Bahkan saat orang lain sdh menyerah krn berkali2 kurang sukses dg yg dilakukannya, ia terus maju.Dengan pembelajaran n kasih sayang itulah kini si bocah dikenal sbg salah satu ilmuwan yg mampu mengubah dunia, Dialah Thomas Alva Edison. Copy Ars

Minggu, 18 Januari 2015

Doa Terbaik

DO'A TERBAIK

Dahsyatnya Doa “ Duduk Diantara Dua Sujud ”
Ketika orang ditanya, “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim ?”
Banyak yang menjawabnya dengan salah. Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a. Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia & akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari. Marilah kita renungi maknanya :

ROBIGHFIRLII, Wahai Tuhan ampunilah dosaku. Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho Allah. Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

WARHAMNII, Sayangilah diriku. Kalau kita disayang Alllah, hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih sayang akan dapat dicapai semua cita-cita. Dengan kasih sayang Allah nafsu kita akan terbimbing.
 
WAJBURNII, Tutuplah segala kekuranganku. Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki Allah, maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

 WARFA’NII, Tinggikanlah derajatku. Kalau Allah sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

WARZUQNII, Berikanlah aku rizki, sebagai hamba Allah kita membutuhkan rizki. Allah mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga & tanpa perhitungan.

WAHDINI, Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah.

WA’AAFINII, Berikanlah aku kesehatan. Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban oranga lain. “Health is not everything, but without health everything is nothing.”

WA’FUANNII, Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. Kita awali do’a ini dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan agar catatan dosa kita dihapus. Sehingga kita benar-benar bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
Allah memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah mencontohkan kepada kita, menurut logika do’a tersebut pasti terkabul, kecuali dari hati yg lalai dari apa yg disebutkan lisannya (jauh dari khusyuk)
Semoga bermanfaat .....

Sabtu, 16 Maret 2013

So What Gitu Loh?



So What Gitu Loh?
By jamilazzaini

Dalam perjalanan menyusun dan merealisasikan mimpi-mimpi hidup saya mengalami beberapa kali perubahan. Saat kuliah dulu, saya pernah menyusun mimpi ingin punya mobil mewah, rumah mewah dan tabungan milyaran rupiah. Impian itu bukan sekadar saya tulis, saya juga menempelkan gambar mobil, rumah mewah dan tumpukan rupiah di dalam lembaran impian saya.

Untuk menyemangati saya, hampir setiap pagi tulisan dan gambar itu saya baca dan saya lihat. Saat melihat tulisan dan gambar itu imajinasinya melayang jauh, semangatpun begitu menggelora. Seiring bertambahnya usia, berbagai pertanyaan muncul di kepala, “Lantas bila saya punya mobil dan rumah mewah serta tumpukan rupiah, so what gitu loh? Apakah martabat dan derajat manusia diukur dari itu semua?”

Saat saya sedang mencoba terjun di dunia trainer tahun 2005, saya membuat impian hidup yang baru, “Saya ingin menjadi trainer terbaik di Asia Tenggara.” Sejak tahun itu saya bersemangat memberikan training ke berbagai tempat, baik yang berbayar maupun yang cuma-cuma. Pada Januari 2006 saya memutuskan full time di dunia training.

Untuk mengingatkan saya setiap hari, tim saya membuat foto besar dibingkai bertuliskan kata-kata “menuju trainer terbaik Asia Tenggara”. Setiap pagi saya pandangi foto itu. Lagi-lagi perasaan gelisah berkecamuk di dalam jiwa saya, “Terus kalau saya menjadi trainer terbaik Asia Tenggara, so what gitu loh? Betapa egoisnya saya, menyusun mimpi hanya untuk kepentingan diri sendiri.”

Setelah melakukan berbagai perenungan, seyogyanyalah mimpi itu harus punya nilai atau value yang diperjuangkan. Mimpi itu bukan hanya berbicara tentang “aku” tetapi juga “kita”. Apa artinya? Mimpi itu harus memberi manfaat untuk diri pribadi sekaligus untuk orang-orang di sekitar kita.

Karena itulah saya lebih senang menggunakan kata visi dibandingkan mimpi. Karena visi itu berarti ada value atau nilai yang diperjuangkan. Ada juga manfaat yang hendak diwujudkan dan ditinggalkan di semesta. Ada juga harapan besar agar dikehidupan yang abadi kita berada di tempat yang tinggi.

Kini, visi hidup saya adalah, “Di kehidupan yang abadi saya ingin memeluk Sang Nabi, maka saya memantaskan diri dengan cara berusaha keras menginspirasi sedikitnya 25 juta orang dan 10 ribu diantaranya menjadi kader yang SuksesMulia serta bersemangat memberikan inspirasi.”

Dan setiap kali saya membaca dan menghayati visi di atas, bergetar hati ini, rindu segera berjumpa dengan Sang Nabi dan terus berjuang memantaskan diri. Tak ada lagi pertanyaan “so what gitu loh?”

Salam SuksesMulia!


So What Gitu Loh?
By jamilazzaini

Dalam perjalanan menyusun dan merealisasikan mimpi-mimpi hidup saya mengalami beberapa kali perubahan. Saat kuliah dulu, saya pernah menyusun mimpi ingin punya mobil mewah, rumah mewah dan tabungan milyaran rupiah. Impian itu bukan sekadar saya tulis, saya juga menempelkan gambar mobil, rumah mewah dan tumpukan rupiah di dalam lembaran impian saya.

Untuk menyemangati saya, hampir setiap pagi tulisan dan gambar itu saya baca dan saya lihat. Saat melihat tulisan dan gambar itu imajinasinya melayang jauh, semangatpun begitu menggelora. Seiring bertambahnya usia, berbagai pertanyaan muncul di kepala, “Lantas bila saya punya mobil dan rumah mewah serta tumpukan rupiah, so what gitu loh? Apakah martabat dan derajat manusia diukur dari itu semua?”

Saat saya sedang mencoba terjun di dunia trainer tahun 2005, saya membuat impian hidup yang baru, “Saya ingin menjadi trainer terbaik di Asia Tenggara.” Sejak tahun itu saya bersemangat memberikan training ke berbagai tempat, baik yang berbayar maupun yang cuma-cuma. Pada Januari 2006 saya memutuskan full time di dunia training.

Untuk mengingatkan saya setiap hari, tim saya membuat foto besar dibingkai bertuliskan kata-kata “menuju trainer terbaik Asia Tenggara”. Setiap pagi saya pandangi foto itu. Lagi-lagi perasaan gelisah berkecamuk di dalam jiwa saya, “Terus kalau saya menjadi trainer terbaik Asia Tenggara, so what gitu loh? Betapa egoisnya saya, menyusun mimpi hanya untuk kepentingan diri sendiri.”

Setelah melakukan berbagai perenungan, seyogyanyalah mimpi itu harus punya nilai atau value yang diperjuangkan. Mimpi itu bukan hanya berbicara tentang “aku” tetapi juga “kita”. Apa artinya? Mimpi itu harus memberi manfaat untuk diri pribadi sekaligus untuk orang-orang di sekitar kita.

Karena itulah saya lebih senang menggunakan kata visi dibandingkan mimpi. Karena visi itu berarti ada value atau nilai yang diperjuangkan. Ada juga manfaat yang hendak diwujudkan dan ditinggalkan di semesta. Ada juga harapan besar agar dikehidupan yang abadi kita berada di tempat yang tinggi.

Kini, visi hidup saya adalah, “Di kehidupan yang abadi saya ingin memeluk Sang Nabi, maka saya memantaskan diri dengan cara berusaha keras menginspirasi sedikitnya 25 juta orang dan 10 ribu diantaranya menjadi kader yang SuksesMulia serta bersemangat memberikan inspirasi.”

Dan setiap kali saya membaca dan menghayati visi di atas, bergetar hati ini, rindu segera berjumpa dengan Sang Nabi dan terus berjuang memantaskan diri. Tak ada lagi pertanyaan “so what gitu loh?”

Salam SuksesMulia!

Jumat, 23 Desember 2011

CUKURO CUKUR PRIA BERGARANSI

Kini hadir CUKURO cukur pria bergaransi
Adapun informasi tentang cukuro bisa japri ke saya.
Biaya Franchise MURAH. terutama daerah JAWA TIMUR

Kamis, 22 Oktober 2009

Feature of TQM Methodology

Feature of TQM as Methodology
Prof. Yukihiro Ando. Murid/Penerus dari Kano-Seinse , Juga Anggota organisasi ISO dari jepang.

1. Tidak ada hal baru atau luar biasa dari TQM – Semua isi dari TQM adalah common sense
2. Didalam TQM tidak ada tools yang baku / prosedur / ataupun official.
3. Tidak semua yang pas di satu perusahaan akan pas di perushaan yang lain.
4. Tidak ada “correct way” tetapi yang ada adalah banyak “wrong Way”

4 Item tersebut member tau bagaimana mengenali TQM.
Setiap perusahaan menerapkan tools yang bias jadi berbeda satu dan lainnya.
AOTS memberikan salah satu contoh presentasi dari Komatsu yang telah mendapatkan Deming Price / Penghargaan dari Committee di jepang atas penerapan Quality Control /TQM

Kunci dari item (1) Tidak ada hal baru dalam TQM. Jadi ketika kita bicara TQM beberapa klausul dari ISO 9001 telah mencakup, custumer focus misalnya telah menjadi salah satu dari 8 prinsip dalam ISO 9001. TQM Menggaris bawahi bahwa lakukan hal yang tidak asing (hal yang sederhana) ini dengan benar. Maka hasil yang benar akan kita dapatkan

Selasa, 15 September 2009

BELAJAR


"Belajar"Bagi sebagian orang hampir setengah dari hidupnya dihabiskan untukbelajar, dan umumnya semua orang beranggapan bahwa masa belajar telahusai begitu mereka telah lulus kuliah dengan gelar sarjana, sedangkanbagi saya sendiri belajar tidak akan pernah selesai sampai padawaktunya saya tidak hidup di dunia ini lagi.Metafora hidup bagi saya adalah bahwa hidup merupakan suatupembelajaran. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa selama kita hidup,maka kita selalu belajar. Dimulai dari sejak Anda dilahirkan sampaiAnda menjadi tua, Anda belajar untuk berjalan, berbicara, memabaca,menulis, berkomunikasi dengan orang lain, cinta, patah hati,kehilangan, bekerja, berkeluarga, menjadi orang tua, menjadi kakekatau nenek dan seterusnya. Dan siklus ini telah berlangsung selamaribuan tahun. Disadari atau tidak setiap hari Anda akan belajarsesuatu yang baru. (Anonim)

Sabtu, 16 Mei 2009

MARKETING IN CRISIS

RESENSI BUKU
Bukan hanya Tahan hadapi krisis, Tapi Dapatkan ”Manfaat &Peluang”Marketing In Crisis
Karya : Rhenald Kasali
Judul : Marketing in Crisis
Terbitan : Gramedia pustaka utama
Tebal : 206 Halaman


Dunia Automotive adalah salah satu sector yang terkena efek krisi global yang serius, sampai sampai dari big three GM, Daimler C, Ford bahkan Toyota mendeklarasikan kesulitan keuangan & kerugian mereka.

Dimanapun krisis akan menghajar sisi revenue dari perusahaan, dan faktor penting dari revenue adalah kreatifitas dan aktifitas pemasaran. Bila perusahaan gagal di dalam pemasaran maka ini akan menggerogoti semua bagian lainnya.

Pengalaman Rhenald Kasali dalam beberapa perusahaan nasional dari berbagai krisis menunjukkan pentingnya sebuah therapy untuk memanfaatkan krisis dalam membangun kejayaan baru. Buku ini sepertinya adalah sharing pengalaman , pengetahuan dan teknik teknik marketing terapy yang layak untuk kita baca, uraiannya lugas namun untuk yang bukan orang marketing mesti buka kamus sesekali untuk memahami uraiannya.

Sisi gelap dari krisis telah membuat banyak perusahaan “tiarap” dengan melakukan pengurangan barang jadi, memangkas biaya, efisiensi, rasionalisasi dan efek samping krisis lainnya. Dalam bukunya Rhenald kasali mengurai dengan sangat baik, untuk memudahkan memahami kondisi krisis dengan urutan pemahaman yang enak dicerna.

Penekanan Kasali kali ini adalah bahwa dalam krisis ini yang perlu anda takuti bukanlah krisis keuangan global itu sendiri melainkan pikiran pikiran bahwa krisis itu akan melanda anda dan melemahkan marketing atau penjualan produk kita.
Karenanya Hadapi dan berlatihlah melawan krisis dan dapatkan manfaatnnya

Di balik awan ada matahari, dan di balik krisis yang ada ada banyak peluang untuk mengambil manfaat dari nya. Di saat banyak order, tidak banyak yang concern terhadap kualitas dan efesiensi lebih dari saat saat seperti ini, seakan tak ada waktu untuk evaluasi. Maka momentum seperti ini harus di sikapi dengan memperbaiki semua lini, hingga makin mantap berkompetisi dengan semua kompetitor di pangsa dalam negeri maupun untuk pasar eksport.

Walaupun mendapatkan situasi pasar tidak semudah kala semua berjalan normal dan ekonomi dunia bergairah kita tidak boleh patah arang & ada hal yang tak kalah penting yakni “marketing therapy” yaitu terapi untuk system pemasaran agar tim pemasaran memiliki keyakinan bukan untuk survive di tengah kompetisi melainkan untuk menciptakan pasar baru sehingga perusahaan bisa tetap tumbuh bahkan di masa krisis.

Dengan lugas Kasali menjelaskan hukum marketing di saat krisis bahwa ketika alam berubah hukum yang menyertainya pun harus di temukan kembali. Dan cara melihatnya di tandai dengan (i) toleransi pada hal hal paradoks/merendahkan, (ii) mengendurkan batas-batas ketidak leluasaan (iii) memberi ruang pada fleksibilitas (iv) perlunya mendrive perubahan secara terus menerus.

Konsep ini dalam kacamata Kasali akan membawa pada beberapa model pemasaran disaat krisis yang terdiri dari enam pendekatan, yaitu

Down Shifting, dimana di masa krisis konsumen telah berpindah dan beralih pada kelompok baru. Maka sudahkah anda melihatnya?
Downcosting, pengusaha selalu mencari alternative pembiayaan, mecari harga yang murah. Demikiankah untuk usaha anda?
Speedmarketing, mengembangkan cara baru agar lebih simple dan bekerja berorientasi pada kecepatan.
Positive marketing, upaya pemasaran untuk mendorong perilaku positif
Alighnment, startegi persatuan untuk memenangkan persaingan.
Empowering institution, menggerakkan simpul simpul intuisi untuk mengganti simpul logic yang telah menjadi kebiasaan (habit) dalam pemasaran.

Kalau bukan karena krisis tidak ada yang turun, tidak ada yang berubah, atau bergeser.
Ada masa bersenang senang & tak perduli, Ada masa kelabu dan bertafakur merenungi kembali arti kehidupan dan kesederhanaan.

Krisis bukanlah bencana atau keadaan darurat atau menjelang hancur dan mati, atau bayangan kegagalan yang terus mengikuti. Tapi krisis adalah turning point atau titik belok yang pada titik belok itulah kita harus ambil keputusan dan pilihan (a deciding event) sebab keputusan yang kita ambil akan menentukan dimana kita bermuara, keatas atau kebawah.


Resensi oleh : Ervan latuhari

Kamis, 12 Maret 2009

BELAJAR DARI MATSUSHITA

MATSUSHITA, Reminder for spirit, hope, and dream. (Ervan)
Di tahun 1929, pernah terjadi 'depresi ekonomi global'. Wall Street menukik tajam tak terkendali. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa. Saat itu , General Motor terpaksa mem-PHK separo dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut. Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan. Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan. Malam menjadi gelap gulita. Kepanikan terjadi di mana-mana. Toko yang masih bertahan , menghentikan pembelian dari pabrik karena gudang sudahpenuh dengan barang yang tidak terjual.Saat itu , Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan listrik bermerek National dan Panasonic baru saja merampungkan pabrik dan kantor dengan pinjaman dari Bank Sumitomo. Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang kurang dimasa kanak-kanak , ditambah lagi dengan kerja 18 jam sehari , 7 hari seminggu selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah yang membuatnya masih bernapas.Dengan punggung bersandar ke tembok rumah , Matsushita mendengarkan laporan tentang kondisi perekonomian yang terus memburuk ketika manajemennya dating menjenguk. Lalu bagaimana tanggapannya?"Kurangi produksi separonya , tetapi JANGAN mem-PHK karyawan. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja , tetapi dengan meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari. Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima sekarang, tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang."Perintah ini bagi anak buahnya sama anehnya dengan depresi ekonomi itu sendiri. Koq bisa terjadi, yah? Dalam situasi begitu , sangatlah masuk akal jika perusahaan mem-PHK karyawan demi efisiensi. Namun Matsushita karena keyakinannya pada sang kebajikan sudah mantap, demi kelangsungan hidup anak-istri karyawannya , akhirnya mampu menghasilkan terobosan yang manusiawi pada masa depresi ekonomi tersebut.Kebajikan Matsushita terhadap karyawannya mendapatkan hasil yang manis, 16 tahun kemudian dari karyawan yang pernah ditolongnya. Ia menuai buah kebajikannya sendiri. Ketika Perang Dunia II berakhir, Jenderal Douglas McArthur yang mengendalikan Jepang , menangkapi semua pengusaha Jepang untukdiadili karena keterlibatan mereka selama perang. Pada kurun 1930-an, para pengusaha Jepang, termasuk Matsushita, mendapat tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi senjata dan peralatan militer lainnya.Maka Matsushita pun ikut ditangkap. Sekitar 15.000 pekerja bersama keluarganya membubuhkan tanda tangan petisi pembelaan untuk Matsushita. Jenderal McArthur pun tercengang oleh petisi tersebut dan akhirnyamembebaskan Matsushita. Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum perang dunia kedua yang diizinkan McArthur kembali ke pekerjaannya kecuali Matsushita.Demikianlah Matsushita dapat terus memimpin perusahaannya sampai menjadi raksasa elektronik dunia, dan baru pensiun pada tahun 1989 pada usia 94 tahun. Ketika Matsushita meninggal tahun 1990, bukan cuma para pebisnis yang berduka cita. Presiden Amerika saat itu , George Bush ( Senior ), pun turut berduka. Matsushita berhasil membangun dirinya melewati ambang batas pengusaha yang umumnya selalu lapar duit dan haus fulus serta menjadi pribadi yang humanis dan filsuf yang sangat peduli terhadap kemanusiaan.Bagi Matsushita, uang bukanlah tujuan. Meskipun butuh uang tetapi uang bukanlah segala-galanya. Baginya, uang adalah sarana untuk melakukan kebajikan.Yang dikenang dari kita nanti *bukan* kehebatan, kesuksesan, kekayaan, dankemakmuran kita.Yang dikenang adalah kebaikan, keramahan, dan kemurah-hatian kita...

Selasa, 06 Januari 2009

B E L A J A R


"Belajar" email menarik dari rekans, tentang "charge-belajar" untuk

terus termotivasi & kompetitif !!


Bagi sebagian orang hampir setengah dari hidupnya dihabiskan untukbelajar, dan umumnya semua orang beranggapan bahwa masa belajar telahusai begitu mereka telah lulus kuliah dengan gelar sarjana, sedangkanbagi saya sendiri belajar tidak akan pernah selesai sampai padawaktunya saya tidak hidup di dunia ini lagi.Metafora hidup bagi saya adalah bahwa hidup merupakan suatupembelajaran. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa selama kita hidup,maka kita selalu belajar. Dimulai dari sejak Anda dilahirkan sampaiAnda menjadi tua, Anda belajar untuk berjalan, berbicara, memabaca,menulis, berkomunikasi dengan orang lain, cinta, patah hati,kehilangan, bekerja, berkeluarga, menjadi orang tua, menjadi kakekatau nenek dan seterusnya. Dan siklus ini telah berlangsung selamaribuan tahun. Disadari atau tidak setiap hari Anda akan belajarsesuatu yang baru. Tidak sedikit teman saya mengatakan bahwa salut kepada saya ketikasaya memutuskan untuk mengambil kuliah S-1 lagi. Bagi mereka menambahilmu merupakan hal yang menyakitkan. Salah satu keponakan sayaberumur 7 tahun yang baru kelas 1 SD, Anda tahu berapa kursus yangdia ikuti? Kursus matematika. kursus mandarin, kursus pelajaran,kursus piano dan kursus menggambar... Coba Anda bayangkan bahwa dalam10-20 tahun mendatang Anda harus berkompetisi dengan mereka yang telahdipersiapkan dengan berbagai ilmu sejak kelas 1 SD. Saya percaya bahwa sebagian dari Anda akan mengatakan hal ini tidakmungkin terjadi pada Anda. Seminggu yang lalu saya menonton film di TVyang kalau tidak salah judulnya adalah "A Good Company", dalam filmitu diceritakan seorang separuh baya yang bekerja di perusahaanadvertising dimana terjadi restrukturisasi organisasi sehingga atasandia digantikan degan seorang pemuda yang umurnya setengah dari umurdia. Bisa Anda bayangkan bagaimana rasanya dipimpim oleh seseorangyang umurnya 25 tahun lebih muda dari Anda. Hal ini bisa terjadi padaAnda bila Anda tidak selalu menambah kemampuan dan pengetahuan Anda.Dalam era globalisasi sekarang ini yang paling penting adalahinformasi, tetapi informasi itu sendiri akan usang hanya dalamhitungan detik saja. Menurut saya yang jauh lebih penting dariinformasi adalah mengolah informasi tersebut dengan pengetahuan yangAnda miliki. Hal yang paling mudah untuk selalu menambah pengetahuanadalah melalui membaca, karena dengan membaca Anda dapat mempelajaripengalaman orang lain. Dibutuhkan 20 tahun pengalaman hidup orangsukses untuk menulis sebuah buku yang hebat, dan Anda bisa menghemat20 tahun tersebut dengan membaca apa yang ditulis oleh orang-orang hebat.Brian Tracy mengatakan bahwa tidak semua pembaca adalah pemimpin,namun semua pemimpin adalah mereka yang suka membaca. Dan menurutpenelitian, rata-rata orang Amerika dengan penghasilan tertinggimembaca dua sampai tiga jam per hari. Saya sendiri membiasakan diriuntuk membaca minimal satu buku baru setiap bulan dan hal ini sudahsaya lakukan sejak bulan Oktober 2003, sampai sekarang saya saya telahmembaca hampir 100 buku. Saya belajar lebih banyak dari membaca bukuselama dua tahun terakhir ini dibandingkan dengan apa yang sayapelajari dibangku kuliah selama hampir 10 tahun. Saya pernah memberikan sebuah buku kepada salah satu teman baik sayasebagai hadiah ulang tahun dia dan apa yang tejadi sampai sekarang,buku itu tidak pernah selesai dibacanya. Buku itu saya berikan kepadalebih dari dua tahun yang lalu... Jangan katakan bahwa saya memberikanbuku yang membosankan dan tidak berguna, buku itu telah diterjemahkandan diterbitkan lebih dari 20 bahasa dan negara, buku itu adalah #1New York Times best seller selama 4 tahun berturut-turut dan sampaisekarang masih menjadi top 10 buku terlaris di Amerika bahkan didunia. Ironis bukan? Jutaan orang telah membeli, membaca danmendapatkan manfaat dari buku tersebut, tetapi teman baik saya tidakmau meluangkan waktunya hanya beberapa jam dari hidupnya untukmembacanya. Apakah hal ini terjadi juga pada diri Anda?Sebagian dari Anda mungkin terlalu sibuk atau tidak suka membaca, dansebenarnya ini bukanlah menjadi masalah. Bagi anda yang tidak sukamembaca, Anda masih bisa belajar dengan mendengarkan audio file daribuku-buku laris dalam bentuk kaset atau CD, memang sulit didapatkan diIndonesia tetapi saya menemukan beberapa toko buku import sepertiKinokunia, Times, dan QB yang menjual kaset atau CD tersebut walaupuntidak banyak jumlahnya. Anda juga bisa memesan melalui internet selainlebih banyak koleksinya, harganya bisa jauh lebih murah, yang menjadikelemahannya adalah lamanya pengiriman, mungkin bisa dua sampai tigabulan Anda baru menerima pesanan Anda.Selain dari membaca atau mendengarakan audio file ada banyak cara lainuntuk belajar seperti mengikuti seminar. Menurut saya denganmenghadiri satu seminar sama dengan kurang lebih membaca lima sampaisepuluh buku. Harga seminar sekarang ini pun cukup mahal dari ratusanribu sampai jutaan rupiah. Materi seminar itu sendiri terkadang kuranglabih sama antar satu dengan yang lainnya, jadi bijaksanalah memilihseminar-seminar yang berguna bagi hidup Anda dan pekerjaan Anda atauAnda hanya akan membuang-buang waktu dan uang saja. Kursus atau kuliah juga cara efektif untuk menambah pengetahuan karenaAnda akan belajar langsung dari sang master, dan menurut saya kursusjauh lebih baik dibandingkan dengan mengikuti seminar atau membacabuku karena Anda dapat langsung berinteraksi dan berkomunikasi dengansi ahli. Tetapi sayangnya materi kursus yang ditawarkan tidak sebanyakapa yang bisa kita dapatkan dari buku atau seminar.Sebagai penutup, saya hanya ingin mengingatkan bahwa pelajaran belumberakhir selama Anda masih bernafas dan ilmu yang Anda miliki tidakakan berguna bila Anda tidak menerapkannya. Semakin banyak Andamemberi maka lebih banyak lagi Anda akan menerima. Berilah pikiranAnda segala ilmu yang bisa Anda pelajari dan amalkan ilmu Andasehingga berguna bagi orang lain maka kehidupan akan memberikan Andakelimpahan.


Try it now:

1. Biasakan diri Anda untuk membaca sedikitnya 30-60 menit sehari.Matikan TV Anda, singkirkan dulu tabloid gosip, tundalah godaan untukmenelepon teman, dugem, nonton atau apapun yang tidak berguna. Bacalahbuku atau majalah yang menurut Anda akan berguna bagi pekerjaan ataukehidupan Anda saat ini.

2. Selama perjalanan di mobil biasakan untuk mendengarkan Audio filedari buku atau seminar atau denganrkan radio tentang bisnis danmotivasi seperti Pass FM atau Smart FM.

3. Hadirilah minimal satu sampai dua seminar dalam setahun.

4. Ambillah kursus yang selama ini Anda inginkan atau yang menurutAnda berguna bagi Anda, jangan menunda-nunda waktu lagi.

5. Belajarlah untuk lebih banyak mendengarkan dan lebih sedikitberbicara, manusia diciptakan dengan dua buah telinga dan sebuah mulutbukan sebaliknya. "Seberapa suram pun dunia Anda, Kalau Anda bisa membaca tentangprestasi-prestasi orang lain, Anda bisa menciptakankepercayaan-kepercayaan yang memungkinkan Anda sukses" --Anthony Robbins--Semoga bermanfaat!!Regards,

TANDA-TANDA ORANG YANG BERPOTENSI MENDUDUKI JABATAN PUNCAK


TANDA-TANDA ORANG YANG BERPOTENSI MENDUDUKI JABATAN PUNCAK Mortimer R. Feinberg, Ph.D.

Anda siap memiliki tanda tanda ini? sudahkah? saya masukkan untuk kita semua.


Pemimpin-pemimpin perusahaan yang terbaik, yaitu orang-orang berkedudukan tinggi, ialah orang yang mempunyai sifat sebagai orang yang mempunyai motivasi dan dorongan-dorongan yang kuat, yaitu orang yang dapat bekerja dengan keras, dan yang dapat melakukan beberapa pekerjaan yang berlainan secara sekaligus - walaupun tidak selamanya pekerjaan itu dilakukan dengan baik. Pendeknya, mereka selalu dinamis dan bersemangat. Napoleon dapat melakukan tujuh macam pekerjaan sekaligus.
Saya belum pernah melihat seorang eksekuif top yang bersifat pasif, suka termenung, dan sering sakit-sakitan, serta ragu-ragu. Menurut saya, Hamlet, dalam cerita tulisan Shakespeare, adalah orang yang selalu bimbang, tidak akan pernah menjadi pemimpin atau eksekutif yang baik. Memang banyak orang yang berkepribadian seperti Hamlet, tetapi mereka tak akan pernah menempati kedudukan penting.
Berikut ini adalah tanda-tanda orang yang mempunyai potensi untuk menduduki jabatan dan tanggung jawab yang penting.
1--Dedikasi.
Mereka mempunyai semangat pengabdian seluruhnya. Mungkin pada suatu waktu, anda memintanya untuk melaksanakan suatu tugas, misal, pergi ke luar kota yang jauh. Dia tidak akan menolak tugas itu, kecuali dengan alasan yang kuat, seperti karena istri atau anaknya sakit. Alasan-alasan atau dalih untuk melaksanakan tugasnya akan sangat kecil sekali. Sebagian besar waktu dan tenanagnya, dicurahkannya untuk memajukan perusahaan atau organisasi dimana dia bekerja.
2--Kompetitif.
Eksekutif yang baik tak akan membiarkan dirinya kalah. Mereka selalu mengevaluasi dan menilai dirinya sendiri untuk persaingan itu, dan akan berjuang untuk melakukan yang lebih baik dalam setiap kesempatan yang ada. Mereka akan selalu mengubah taktik dan usaha untuk mencapai hal yang lebih baik. Seorang eksekutif, yaitu seorang "self-made man" menceritakan kepada saya waktu dia sedang mulai berjuang untuk naik: "Di sini saya seperti berada di antara kaki-kaki gajah saja, dan saya hanyalah seekor tikus. Dengan mudah mereka akan membunuh saya. Dengan suatu insiden atau kebetulan saja, saya akan celaka." Lalu saya bertanya padanya, "Lantas apa yang akan anda lakukan untuk menghindari akibat buruk seperti yang anda takutkan?" Jawabnya, "Saya akan berusaha menjadi gajah juga."
3--Kejujuran.
Jujurkan ia terhadap dirinya sendiri? Ibarat: apakah ia mengenakan pakaian mahal, namun pakaian dalamnya bolong dan kotor? Apakah ia sadar akan kelemahan-kelemahannya sendiri? Sampai dimana kejujurannya dengan anda? Apakah apa yang dikatakannya sesuai dengan apa yang dilakukannya? Apakah cita-cita yang diangankannya sangat jauh dari kenyataan atau telah berada di depan mata untuk dicapainya? Jika dia menjawab, "Memang pekerjaan saya waktu itu tidak begitu baik, namun yang akan datang saya akan bekerja dengna lebih baik," maka itu adalah pertanda bahwa dia jujur terhadap dirinya sendiri.
4--Realistis.
Kakinya berpijak di muka bumi. Dia tidak berangan-angan atau bermimpi untuk menjadi besar. Kalau dia hanya melihat yang besar-besar dan mengabaikan bagian-bagian yang lebih kecil, maka dia akan menghadapi kesukaran. Dia sangat teliti dan bersungguh-sungguh dalam melakukan langkah-langkah kecil meski keuntungan yang diperolehnya pun kecil.
5--Dewasa.
Dia sadar dan mengetahui, bahwa masa depannya sendiri akan sangat tergantung dan bertalian dengan apa yang terjadi terhadap orang lain. Dia sanggup menghentikan seseorang, orang yang tidak ada atau sedikit sekali memberikan sumbangan pada perusahaan. Dia menghormati perbedaan-perbedaan fikiran dan pendapat orang. Dia tidak akan mencampuradukkan politik ke dalam kantor dan perusahaan. Dia menolak untuk hanya memperalat atau memanipulasi orang. Dia sabar dan, bila perasaannya terluka dia segera tenang dan pulih kembali.
Akhirnya seseorang yang mempunyai potensi yang baik untuk menjadi pemimpin perusahaan adalah orang yang dapat menangani berbagai ragam persoalan yang mendesak. Seorang presiden dari perusahaan di New York menjelaskan hal ini dengan mengatakan, "Setiap orang bisa melakukan sesuatu pekerjaan dengan baik, apabila anda memberikannya hanya satu tugas tertentu dengan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas itu. Tetapi, bila seseorang itu tidak mau memberikan perhatian atau usahanya terhadap sesuatu yang lain, sampai sesuatu masalah atau tugas-tugas yang kecil belum mendapat pemecahan atau penyelesaian - meski sesuatu itu sangat mendesak sekali - maka sikap itu selalu akan menggusarkan hati. Jenis orang seperti ini takkan pernah mengetahui kalau api sedang berkobar di kamar sebelahnya, kecuali kalau perusahaan itu seluruhnya sidah terbakar habis." (Mortimer R. Feinberg, Ph.D., The Effective Psychology for Manager)

How to Get Ideas


How to Get Ideas (Bagaimana mendapatkan Ide) Banyak buku yang sudah ditulis untuk mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menjadi seorang yang kreatif, atau menjadi seseorang yang mudah mendapatkan suatu ide. Sayangnya buku-buku tersebut tidak banyak membahas tentang asal mula bagaimana proses kreatifitas itu bisa terwujud. Buku-buku tersebut banyak memberikan contoh tentang kasus, tokoh orang-orang kreatif tapi sedikit membahas bagaimana orang-orang tersebut bisa kreatif atau menghasilkan banyak ide. Sehingga akhirnya setelah membaca buku tersebut kita mendapatkan contohnya, teladannya tapi tetap tidak tahu bagaimana caranya. Buku How to Get Ideas karangan Jack Foster ini agak mengambil pendekatan yang berbeda. Dia mengatakan untuk sampai seseorang mendapatkan ide atau menjadi kreatif, orang tersebut harus meng-kondisikan pikiran-pikirannya terlebih dahulu, sama seperti kita mengerjakan soal hitungan, kita harus belajar dulu tentang aritmatika sebelum kita bisa memecahkan soal hitugan tersebut. Dengan kata lain penulis ingin katakan kalau kita sdh mengkondisikan pikiran-pikiran kita sebelumnya maka otomatis ide-ide tersebut akan muncul sebaliknya kalau kita tidak pernah mengkondisikan pikiran-pikiran kita jangan berharap ide itu tsb akan muncul. Bagaimana cara mengkondisikan pikiran-pikiran kita itulah inti dari buku ini. Saya (Indriana) akan mencoba bagikan beberapa hal yang buku itu katakan dan tambahan pengalaman dan pengamatan saya pribadi. Apa itu Ide Menurut James Webb Young: Sebuah ide adalah sebuah kombinasi baru dari unsur-unsur lama, tidak lebih dan tidak kurang. Jack Foster katakan : Sebuah ide adalah seperti menciptakan sebuah resep untuk sebuah menu makanan baru. Yang harus anda lakukan adalah ambilah beberapa unsur yang telah anda ketahui kemudian gabungkan unsur-unsur tersebut dalam suatu cara baru. Saya pribadi melihat kebenaran dari definisi, contoh Raja Kuis/Reality Show Bapak. Helmy Yahya. Kalau kita perhatikan kuis-kuis atau reality show yang beliau buat, kita melihat reality show tersebut adalah gabungan dari reality show yang pernah ada. Beliau ambil dan beliau gabung-gabungkan sehingga tercipta reality show baru. Contohnya: reality show warisan, itu adalah gabungan dari Penghuni terakhir, The Apprentice dan Amazing Race. Permasalahannya disini jika ide adalah kombinasi dari unsure-unsur lama, apakah kita sudah atau memiliki unsur-unsur lama tersebut atau tidak. Pengalaman saya sendiri sebagai pengajar, dalam memberikan pelajaran kepada anak-anak, saya harus menyiapkan banyak ilustrasi atau alat peraga supaya pesan atau pelajaran yang saya sampaikan bisa dimengerti dengan mudah. Yang menarik saat menyiapkan sebuah pelajaran otak saya secara tiba-tiba mengingatkan saya tentang cerita-cerita/ilustrasi/alat peraga yang beberapa tahun lalu saya pernah baca atau lihat . Ada yang 20 tahun lalu, ada yang baru kemarin ada yang 10 tahun lalu. Dan ajaibnya pikiran-pikiran tersebut menyatukan, menghubungkan pengalaman dan bahan-bahan yang berbeda tersebut menjadi satu bahan pelajaran yang matang. Oleh karena itu Jack Foster dalam bukunya mengatakan untuk mengkondisikan pikiran kita supaya mudah menghasilkan ide.


Dapatkan masukkan sebanyak mungkin Baik itu melalui bacaan, pengalaman, seminar dll. Kita tidak akan pernah tahu apakah buku yang kita baca 20 tahun lalu dengan buku yang kita baca kemarin tiba-tiba muncul dan menyatu menjadi satu ide baru. Yang jelas satu jika dibutuhkan otak kita yang ajaib tsb akan mampu untuk menyatukan dan menghubungkan pengalaman-pengalaman yang berbeda menjadi satu ide. Hal Penting lain yang dikatakan oleh Jack Foster Belajarlah bagaimana cara mengkombinasikan Orang yang tahu kiat mengkombinasikan unsur-unsur lama lebih mungkin menemukan sebuah ide baru daripada seseorang yang tidak tahu carannya. Ice cream dan Roti jadi Ice cream Cone Sprite dgn Beer jadi Grend Sand (yang lama) Sepeda ditambah motor menjadi sepeda motor Tauge dengan tahu menjadi Gehu Kopi dengan Susu plus Coklat menjadi Capuccino Event Organizer dengan Wedding menjadi Wedding Organizer Suasana Desa dengan Rumah Makan menjadi RM Sapu Lidi Lagu dengan Drama menjadi opera Lagu dengan Kuis menjadi berpacu dalam melodi Data dan Telepon menjadi VOIP (Voice Over IP) Hobi nyanyi, AFI, Pak Goenawan jadi Talent Box (he he he) Yakinlah bahwa ide itu ada, Perbedaan antara orang-orang yang bergelimang ide dan mereka yang sebaliknya, tidak terlalu banyak berhubungan dengan sejumlah kemampuan lahir dalam mendapatkan ide-ide tersebut. Hal itu berkaitan dengan keyakinan bahwa mereka bisa merengkuh ide-ide tersebut.


Orang-orang yang percaya bahwa mereka bisa mendapatkan ide-ide itu, pasti bisa mewujudkan kepercayaan mereka demikian juga sebaliknya. Seperti yang sering dikatakan oleh pak Goen: Orang-orang masih membutuhkan masakan-masakan baru, hiburan-hiburan baru, hobi baru, buku-buku yang lebih baik, kemudahan-kemudahan, layanan-layana baru. Selalu saja ada hal-hal yang harus dibuat lebih baik, lebih lebar, lebih luas, lebih meriah, lebih mudah, selalu ada lebih banyak jawaban untuk satu masalah. Tugas kita hanya menemukan satu ide briliant saja dan itu cukup untuk hidup sampai 7 turunan. Oleh karena itu santai saja kata Jack Forster, ide tersebut ada di luar sana. Dan anda tahu anda akan menemukan ide tersebut. Jangan cemas sekalipun beberapa ide membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkannya dariapada waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ide-ide yang lain, menemukan ide tidak tergantung waktu, tempat kerja, jadwal, atau bahkan tergantung beban kerja. Anda bisa mendapatkan ide saat Anda sedang makan siang, atau ketikka anda sedang mandi atau saat anda sedang membawa anjing kesayangan anda pergi jalan-jalan. Anda bisa menemukan ide tersebut dengan cepat pada saat anda hendak menghidupkan mesin mobil atau pada waktu anda menekan tombol untuk menyalakan lampu. Mendapatkan sebuah ide tergantung pada keyakinan anda akan keberadaannya. Dan juga tergantung pada keyakinan anda terhadap diri andaa sendiri. Percayalah.!!! Sebagian bahan diambil dari buku ” How to Get Ideas ” Karangan Jack Foster Terbitan Quills Book Publisher Indonesia. (fwd frm.lukman s)

Jumat, 21 November 2008

Terima kasih ” masakan mama memang luar biasa” manis & pedasnya pas.

Terima kasih ” masakan mama memang luar biasa” manis & pedasnya pas.
Kata diatas cukup ringan, tapi efeknya besar.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.

Keponakan saya selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata
"terima kasih" saat petugas minimarket memberikan stroke dan uang kembalian.
Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "kata luar biasa" yang akan membuat
orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan
orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Saya jadi berfikir ”terima kasih” lebih jarang saya katakan daripada ”tolong” , walaupun sudah tergolong sopan dalam memberikan perintah, tapi tanpa kata terima kasih rasanya kurang. Efeknya memang luar biasa,orang yang mengucapkan terima kasih dengan tulus pasti dia bahagia telah terbantu, dan yang menerima pasti senang dengan apreseasi kita. Dan akan melanjutkan kebahagiaan ke anak, istri, tetangga keluarga dan lain-lain, begitu seterusnya.

Alangkah bahagia jika kita dapat membahagiakan orang lain, dan memulai dengan melakukan hal yang kecil, buang sampah pada tempatnya, pasti akan memudahkan tukang sampah bekerja. tidak meludah sembarang tempat, tidak menutup pintu dengan keras.. yach.. banyak lagi..
ringan kan..

Terima kasih ... Tolong... Ya hanya dua kata yang ringan, tapi jika hati kita tidak terbuka, akan sulit mengucapkan dan membiasakannya. Jadi inget 3M nya Aagym : Mulai dari hal yang kecil, Mulai dari diri sendiri & Mulai dari sekarang.

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka
yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan
menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita
lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan
cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi
kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita,
bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK,
apa yang Anda rasakan?

Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik.
Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan
membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga
kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang
memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu
terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan
tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba
keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan
salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing
orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil.
Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.

Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH,
jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan
ACTION.

"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan
beranjak untuk berubah"

FIGHT! Sumber : milis al-its