Terima kasih ” masakan mama memang luar biasa” manis & pedasnya pas.
Kata diatas cukup ringan, tapi efeknya besar.
Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.
Keponakan saya selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata
"terima kasih" saat petugas minimarket memberikan stroke dan uang kembalian.
Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "kata luar biasa" yang akan membuat
orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan
orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.
Saya jadi berfikir ”terima kasih” lebih jarang saya katakan daripada ”tolong” , walaupun sudah tergolong sopan dalam memberikan perintah, tapi tanpa kata terima kasih rasanya kurang. Efeknya memang luar biasa,orang yang mengucapkan terima kasih dengan tulus pasti dia bahagia telah terbantu, dan yang menerima pasti senang dengan apreseasi kita. Dan akan melanjutkan kebahagiaan ke anak, istri, tetangga keluarga dan lain-lain, begitu seterusnya.
Alangkah bahagia jika kita dapat membahagiakan orang lain, dan memulai dengan melakukan hal yang kecil, buang sampah pada tempatnya, pasti akan memudahkan tukang sampah bekerja. tidak meludah sembarang tempat, tidak menutup pintu dengan keras.. yach.. banyak lagi..
ringan kan..
Terima kasih ... Tolong... Ya hanya dua kata yang ringan, tapi jika hati kita tidak terbuka, akan sulit mengucapkan dan membiasakannya. Jadi inget 3M nya Aagym : Mulai dari hal yang kecil, Mulai dari diri sendiri & Mulai dari sekarang.
WARUNG KITA, CUKURO, BASO KITA, SIOMAY KITA, ESCOBAR, WK KATERING, PERCETAKAN BAROKAH, RIZKY BABY SHOP, RIZKY FASHION. Wujudkan kerjasama syariah dengan kami.
Jumat, 21 November 2008
MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET
MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET
Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka
yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan
menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita
lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan
cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi
kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita,
bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK,
apa yang Anda rasakan?
Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik.
Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan
membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga
kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang
memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu
terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan
tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba
keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan
salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing
orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil.
Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.
Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH,
jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan
ACTION.
"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan
beranjak untuk berubah"
FIGHT! Sumber : milis al-its
Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka
yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan
menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita
lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan
cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi
kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita,
bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK,
apa yang Anda rasakan?
Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik.
Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan
membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga
kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang
memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu
terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan
tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba
keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan
salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing
orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil.
Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.
Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH,
jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan
ACTION.
"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan
beranjak untuk berubah"
FIGHT! Sumber : milis al-its
Senin, 03 November 2008
BERFIKIRLAH POSITIF

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannyapasti tahu bahwa hidup kan lebih mudah dijalani bila kita selaluberpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflahyang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu,sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positifdan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
1. Melihat masalah sebagai tantanganBandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yangterlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnyaPemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya denganbesar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yanglebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ideKarena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuatsegala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas dibenakMemelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkansinga tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkanmasalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinyaDan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentuSudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu,mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yangdijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakanPernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, merekaini jelas bukan penganutnya. NARO (No Action Review Only), NADO (NoAction Dream Only), NATO (No Action Talk Only), NACO (No Action ConceptOnly), NABO (No Action Briefing Only), NAMO (No Action Meeting Olny),NASO (No Acton Strategy Only)
8. Menggunakan bahasa positifMaksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalahitu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat."
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positifDi antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakantangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara denganintonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
10. Peduli pada citra diriItu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapijuga di dalam. SUMBER : berani gagal.com
Sabtu, 25 Oktober 2008
Masalah

Masalah
"Setiap orang mempunyai masalah. Tetapi masalah terbesar manusia adalah kebiasaan memelihara masalah itu tetap sebagai masalah."
Sebuah kertas berukuran kartu nama dan berhiaskan dua buah daun berwarna coklat muda dan krem dibagikan kepada para pelayat yang hadir. Di sana tertulis: "I found that I'm dying in the young age, ada perasasaan sedih, tetapi tetep berdoa; kalau God's will to make me stay alive so be it & kalo Tuhan mau Dewi kembali ke sisi-Nya, maka itu juga akan menjadi kebahagiaan karena bisa bertemu dengan-Nya muka dengan muka." Kutipan itu diakhiri dengan kata-kata "Dewi, 17 Des 03".
Ratusan pelayat yang hadir dalam upacara doa abu jenazah Dewi di Kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta Selasa 8 July 2004, merasa terharu sekali membaca kutipan yang dipersiapkan teman-teman baik Dewi itu. Itu adalah kutipan surat Dewi kepada teman-temannya ketika kesehatannya mulai memburuk akibat kanker darah yang dideritanya sejak lama. Yang membuat rekan-rekannya semakin kehilangan adalah, sebelum menjalani perawatan di Singapore, dalam kesehariannya Dewi tetap menunjukkan sikap yang positif dan penuh semangat. Senyum ramah yang senantiasa menghiasi bibirnya tidak pernah dilupakan teman-teman kuliahnya. Vonis kematian yang bagi kebanyakan orang akan menjadi masalah besar tidak sedikit pun mengganggu kegiatannya sehari-hari. Luar biasa.
Dalam menghadapi sebuah masalah, manusia mempunyai sikap beragam. Pertama adalah jenis manusia yang cepat sekali down, keder apabila dihadapkan kepada satu masalah. For them, a problem --whatever it is-- is a disaster. Sebisa mungkin masalah dihindari. Jenis yang lain adalah manusia yang sebenarnya mengerti ada masalah, tetapi mereka keep a distance. Membiarkan masalah itu, menganggap seolah-olah tidak ada atau berharap atau percaya bahwa masalah itu akan berlalu begitu saja. Jenis yang terakhir adalah jenis manusia yang percaya bahwa masalah itu harus dihadapi dan diselesaikan.
Apa pun sikap Anda terhadap segala masalah yang Anda hadapi hari ini, saya mengingatkan bahwa bagaimana pun, masalah adalah realita yang harus dihadapi. Semakin Anda menghindar atau mendiamkan sebuah masalah, seperti bola salju yang makin besar menggelinding ke bawah, ia akan menjadi bom waktu yang sangat dahsyat.
Selamat pagi dan selamat bekerja !
"Setiap orang mempunyai masalah. Tetapi masalah terbesar manusia adalah kebiasaan memelihara masalah itu tetap sebagai masalah."
Sebuah kertas berukuran kartu nama dan berhiaskan dua buah daun berwarna coklat muda dan krem dibagikan kepada para pelayat yang hadir. Di sana tertulis: "I found that I'm dying in the young age, ada perasasaan sedih, tetapi tetep berdoa; kalau God's will to make me stay alive so be it & kalo Tuhan mau Dewi kembali ke sisi-Nya, maka itu juga akan menjadi kebahagiaan karena bisa bertemu dengan-Nya muka dengan muka." Kutipan itu diakhiri dengan kata-kata "Dewi, 17 Des 03".
Ratusan pelayat yang hadir dalam upacara doa abu jenazah Dewi di Kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta Selasa 8 July 2004, merasa terharu sekali membaca kutipan yang dipersiapkan teman-teman baik Dewi itu. Itu adalah kutipan surat Dewi kepada teman-temannya ketika kesehatannya mulai memburuk akibat kanker darah yang dideritanya sejak lama. Yang membuat rekan-rekannya semakin kehilangan adalah, sebelum menjalani perawatan di Singapore, dalam kesehariannya Dewi tetap menunjukkan sikap yang positif dan penuh semangat. Senyum ramah yang senantiasa menghiasi bibirnya tidak pernah dilupakan teman-teman kuliahnya. Vonis kematian yang bagi kebanyakan orang akan menjadi masalah besar tidak sedikit pun mengganggu kegiatannya sehari-hari. Luar biasa.
Dalam menghadapi sebuah masalah, manusia mempunyai sikap beragam. Pertama adalah jenis manusia yang cepat sekali down, keder apabila dihadapkan kepada satu masalah. For them, a problem --whatever it is-- is a disaster. Sebisa mungkin masalah dihindari. Jenis yang lain adalah manusia yang sebenarnya mengerti ada masalah, tetapi mereka keep a distance. Membiarkan masalah itu, menganggap seolah-olah tidak ada atau berharap atau percaya bahwa masalah itu akan berlalu begitu saja. Jenis yang terakhir adalah jenis manusia yang percaya bahwa masalah itu harus dihadapi dan diselesaikan.
Apa pun sikap Anda terhadap segala masalah yang Anda hadapi hari ini, saya mengingatkan bahwa bagaimana pun, masalah adalah realita yang harus dihadapi. Semakin Anda menghindar atau mendiamkan sebuah masalah, seperti bola salju yang makin besar menggelinding ke bawah, ia akan menjadi bom waktu yang sangat dahsyat.
Selamat pagi dan selamat bekerja !
Keterlambatan

Keterlambatan ... Meri senang. Atasannya yang baru kali ini sangat baik. Betul-betul baik. Dulu ketika Meri mulai bekerja di perusahaan itu, semua serbakaku. Absensi diperiksa tiap hari. Terlambat sedikit dipotong uang makan. Bahkan, kalau dihitung-hitung, bila sampai terlambat satusetengah jam lebih, maka uang makan akan habis dipotong. Memang sih, tidak ada yang terlambat sampai selama itu. Tapi tetap saja bikinhati deg-degan. Tapi, sejak atasan yang baru ini masuk. Segala sesuatunya berubah. Meri adalah sekretaris langsung atasan ini. Atasannya yang baru ini sangat rajin. Tiap pagi selalu merupakan orang pertama yang sampai di kantor sesudah office boy.Orangnya juga sangat baik. Tidak pernah marah-marah. Selalu bicara dengan sabar. Mula-mula semua orang berusaha masuk lebih pagi.Minggu pertama, tak seorang pun terlambat.Tapi mulai minggu kedua, salah satu karyawan terlambat. Dia terlambat dua puluh menit. Semua orang tegang. Wah bagaimana nanti.Ternyata bos hanya bertanya mengapa terlambat. Ketika dijawab karena macet, beliau hanya berkata agar lain kali berangkat lebih pagi.Sudah. Begitu saja. Tidak ada marah-marah. Tidak ada potongan uang makan. Wah, enak juga ya. Pelan-pelan keesokan harinya beberapaorang juga terlambat. Eh, bos juga hanya memandang mereka dan bertanya mengapa terlambat. Setelah dijawab, beliau menganjurkanagar jangan terlambat lagi. Wah tidak marah juga.Meri mulai lebih santai dalam bekerja. Demikian juga karyawan lainnya. Meri yang dulu selalu buru-buru berangkat dari rumah, kinisantai. Sekali dua kali dia terlambat, bos hanya menegur. Setelah itu, lebih aneh lagi. Pada keterlambatan keempat dan seterusnya, bostidak lagi menegurnya. Bos akan bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Langsung membicarakan pekerjaan. Tidak pernah lagimenanyakan mengapa terlambat.Suatu kali, di kantor kedatangan seorang tamu. Ternyata tamu tersebut adalah karyawan di kantor tempat atasannya dulu bekerja. Disana dia tidak betah lagi dan ingin ikut pindah ke kantor Meri. Dia cerita bahwa di sana, bosnya yang sekarang sangat galak. Karena itudia ingin pindah kemari.Meri menyampaikan masalah ini ke atasannya. Atasannya memang mengenali mantan karyawannya itu. Beliaupun menemui orang itu danberbincang-bincang sebentar. Setelah itu tamu tersebut pamit. Meri pun kemudian masuk ke ruang bosnya karena dipanggil. Meri pikir,pasti orang itu diterima, karena di sini memang sedang mencari tambahan karyawan.DitolakTapi, jawaban atasannya membuatnya terheran-heran. Tidak, kata atasannya. Orang itu tidak diterima. Meri memberanikan diri bertanyake atasannya. Mengapa orang itu tidak diterima bekerja?Jawaban atasannya cukup panjang. "Karena dulu, di kantor yang lama, dia selalu terlambat masuk kantor. Sudah saya peringatkan beberapa kali tapi tetap saja terlambat. Berarti dia tidak menghargai saya, dia tidak menganggap perkataan saya sebagai sesuatu yang penting. Saya sudah bosan dan tidak mau lagi menegurnya. Akhirnya saya biarkan saja supaya dia sadar sendiri. Eh, bukannya sadar. Malah makin lama semakin gila keterlambatannya. Ya sudah. Saya menilai orang seperti itu tidak bisa bekerja sama dengan saya. Masa sekarang saya harus menerima dia bekerja di sini?"Meri hanya bengong mendengar penjelasan atasannya. Beliau bicara tanpa kesan marah. Hanya kesan sedih, agak menyayangkan mengapaorang itu tidak berubah. Celaka! pikir Meri. Dia sendiri juga sekarang sering terlambat. Hatinya jadi merasa kurang enak. Rasanyajadi sungkan sendiri. Malu juga sih.Dia merasa disindir, meskipun dia tahu atasannya tidak bermaksud begitu. Meri hanya bisa berjanji pada dirinya sendiri untuk merubahsikapnya. Dia tidak mau terlambat lagi. Dia tidak ingin mengecewakan atasannya yang sudah demikian baik.Mulai keesokan harinya, Meri langsung datang lebih pagi. Atasannya tidak berkomentar apa-apa. Beliau memang pendiam. Tapi Meri berniatmasuk pagi bukan karena ingin mencari pujian. Tapi karena dia ingin membalas kebaikan atasannya yang sudah bersikap baik.Rekan-rekan kerja lainnya mulai bertanya-tanya kenapa Meri sekarang rajin. Meri segera menceritakan kisah tamu yang pernah melamar, tapiditolak karena dulu sering terlambat. Keesokan harinya beberapa karyawan datang lebih pagi. Demikian juga lusanya dan seterusnya.Jumlah karyawan yang datang terlambat semakin berkurang. Ada juga yang santai-santai saja dan tetap terlambat. Tapi kini yang menegurbukan lagi atasannya, tapi karyawan lainnya, office boy, Meri, teman-temannya sendiri. Lama kelamaan dia malu juga sih.Perubahan tidak selalu harus dengan cara kekerasan. Do not wait for someone to tell you! You can change by yourself if you want to!Sumber: Keterlambatan oleh Lisa Nuryanti, Director Expands Consulting & Training Specialist
Langganan:
Postingan (Atom)