Selasa, 06 Januari 2009

TANDA-TANDA ORANG YANG BERPOTENSI MENDUDUKI JABATAN PUNCAK


TANDA-TANDA ORANG YANG BERPOTENSI MENDUDUKI JABATAN PUNCAK Mortimer R. Feinberg, Ph.D.

Anda siap memiliki tanda tanda ini? sudahkah? saya masukkan untuk kita semua.


Pemimpin-pemimpin perusahaan yang terbaik, yaitu orang-orang berkedudukan tinggi, ialah orang yang mempunyai sifat sebagai orang yang mempunyai motivasi dan dorongan-dorongan yang kuat, yaitu orang yang dapat bekerja dengan keras, dan yang dapat melakukan beberapa pekerjaan yang berlainan secara sekaligus - walaupun tidak selamanya pekerjaan itu dilakukan dengan baik. Pendeknya, mereka selalu dinamis dan bersemangat. Napoleon dapat melakukan tujuh macam pekerjaan sekaligus.
Saya belum pernah melihat seorang eksekuif top yang bersifat pasif, suka termenung, dan sering sakit-sakitan, serta ragu-ragu. Menurut saya, Hamlet, dalam cerita tulisan Shakespeare, adalah orang yang selalu bimbang, tidak akan pernah menjadi pemimpin atau eksekutif yang baik. Memang banyak orang yang berkepribadian seperti Hamlet, tetapi mereka tak akan pernah menempati kedudukan penting.
Berikut ini adalah tanda-tanda orang yang mempunyai potensi untuk menduduki jabatan dan tanggung jawab yang penting.
1--Dedikasi.
Mereka mempunyai semangat pengabdian seluruhnya. Mungkin pada suatu waktu, anda memintanya untuk melaksanakan suatu tugas, misal, pergi ke luar kota yang jauh. Dia tidak akan menolak tugas itu, kecuali dengan alasan yang kuat, seperti karena istri atau anaknya sakit. Alasan-alasan atau dalih untuk melaksanakan tugasnya akan sangat kecil sekali. Sebagian besar waktu dan tenanagnya, dicurahkannya untuk memajukan perusahaan atau organisasi dimana dia bekerja.
2--Kompetitif.
Eksekutif yang baik tak akan membiarkan dirinya kalah. Mereka selalu mengevaluasi dan menilai dirinya sendiri untuk persaingan itu, dan akan berjuang untuk melakukan yang lebih baik dalam setiap kesempatan yang ada. Mereka akan selalu mengubah taktik dan usaha untuk mencapai hal yang lebih baik. Seorang eksekutif, yaitu seorang "self-made man" menceritakan kepada saya waktu dia sedang mulai berjuang untuk naik: "Di sini saya seperti berada di antara kaki-kaki gajah saja, dan saya hanyalah seekor tikus. Dengan mudah mereka akan membunuh saya. Dengan suatu insiden atau kebetulan saja, saya akan celaka." Lalu saya bertanya padanya, "Lantas apa yang akan anda lakukan untuk menghindari akibat buruk seperti yang anda takutkan?" Jawabnya, "Saya akan berusaha menjadi gajah juga."
3--Kejujuran.
Jujurkan ia terhadap dirinya sendiri? Ibarat: apakah ia mengenakan pakaian mahal, namun pakaian dalamnya bolong dan kotor? Apakah ia sadar akan kelemahan-kelemahannya sendiri? Sampai dimana kejujurannya dengan anda? Apakah apa yang dikatakannya sesuai dengan apa yang dilakukannya? Apakah cita-cita yang diangankannya sangat jauh dari kenyataan atau telah berada di depan mata untuk dicapainya? Jika dia menjawab, "Memang pekerjaan saya waktu itu tidak begitu baik, namun yang akan datang saya akan bekerja dengna lebih baik," maka itu adalah pertanda bahwa dia jujur terhadap dirinya sendiri.
4--Realistis.
Kakinya berpijak di muka bumi. Dia tidak berangan-angan atau bermimpi untuk menjadi besar. Kalau dia hanya melihat yang besar-besar dan mengabaikan bagian-bagian yang lebih kecil, maka dia akan menghadapi kesukaran. Dia sangat teliti dan bersungguh-sungguh dalam melakukan langkah-langkah kecil meski keuntungan yang diperolehnya pun kecil.
5--Dewasa.
Dia sadar dan mengetahui, bahwa masa depannya sendiri akan sangat tergantung dan bertalian dengan apa yang terjadi terhadap orang lain. Dia sanggup menghentikan seseorang, orang yang tidak ada atau sedikit sekali memberikan sumbangan pada perusahaan. Dia menghormati perbedaan-perbedaan fikiran dan pendapat orang. Dia tidak akan mencampuradukkan politik ke dalam kantor dan perusahaan. Dia menolak untuk hanya memperalat atau memanipulasi orang. Dia sabar dan, bila perasaannya terluka dia segera tenang dan pulih kembali.
Akhirnya seseorang yang mempunyai potensi yang baik untuk menjadi pemimpin perusahaan adalah orang yang dapat menangani berbagai ragam persoalan yang mendesak. Seorang presiden dari perusahaan di New York menjelaskan hal ini dengan mengatakan, "Setiap orang bisa melakukan sesuatu pekerjaan dengan baik, apabila anda memberikannya hanya satu tugas tertentu dengan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas itu. Tetapi, bila seseorang itu tidak mau memberikan perhatian atau usahanya terhadap sesuatu yang lain, sampai sesuatu masalah atau tugas-tugas yang kecil belum mendapat pemecahan atau penyelesaian - meski sesuatu itu sangat mendesak sekali - maka sikap itu selalu akan menggusarkan hati. Jenis orang seperti ini takkan pernah mengetahui kalau api sedang berkobar di kamar sebelahnya, kecuali kalau perusahaan itu seluruhnya sidah terbakar habis." (Mortimer R. Feinberg, Ph.D., The Effective Psychology for Manager)

How to Get Ideas


How to Get Ideas (Bagaimana mendapatkan Ide) Banyak buku yang sudah ditulis untuk mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menjadi seorang yang kreatif, atau menjadi seseorang yang mudah mendapatkan suatu ide. Sayangnya buku-buku tersebut tidak banyak membahas tentang asal mula bagaimana proses kreatifitas itu bisa terwujud. Buku-buku tersebut banyak memberikan contoh tentang kasus, tokoh orang-orang kreatif tapi sedikit membahas bagaimana orang-orang tersebut bisa kreatif atau menghasilkan banyak ide. Sehingga akhirnya setelah membaca buku tersebut kita mendapatkan contohnya, teladannya tapi tetap tidak tahu bagaimana caranya. Buku How to Get Ideas karangan Jack Foster ini agak mengambil pendekatan yang berbeda. Dia mengatakan untuk sampai seseorang mendapatkan ide atau menjadi kreatif, orang tersebut harus meng-kondisikan pikiran-pikirannya terlebih dahulu, sama seperti kita mengerjakan soal hitungan, kita harus belajar dulu tentang aritmatika sebelum kita bisa memecahkan soal hitugan tersebut. Dengan kata lain penulis ingin katakan kalau kita sdh mengkondisikan pikiran-pikiran kita sebelumnya maka otomatis ide-ide tersebut akan muncul sebaliknya kalau kita tidak pernah mengkondisikan pikiran-pikiran kita jangan berharap ide itu tsb akan muncul. Bagaimana cara mengkondisikan pikiran-pikiran kita itulah inti dari buku ini. Saya (Indriana) akan mencoba bagikan beberapa hal yang buku itu katakan dan tambahan pengalaman dan pengamatan saya pribadi. Apa itu Ide Menurut James Webb Young: Sebuah ide adalah sebuah kombinasi baru dari unsur-unsur lama, tidak lebih dan tidak kurang. Jack Foster katakan : Sebuah ide adalah seperti menciptakan sebuah resep untuk sebuah menu makanan baru. Yang harus anda lakukan adalah ambilah beberapa unsur yang telah anda ketahui kemudian gabungkan unsur-unsur tersebut dalam suatu cara baru. Saya pribadi melihat kebenaran dari definisi, contoh Raja Kuis/Reality Show Bapak. Helmy Yahya. Kalau kita perhatikan kuis-kuis atau reality show yang beliau buat, kita melihat reality show tersebut adalah gabungan dari reality show yang pernah ada. Beliau ambil dan beliau gabung-gabungkan sehingga tercipta reality show baru. Contohnya: reality show warisan, itu adalah gabungan dari Penghuni terakhir, The Apprentice dan Amazing Race. Permasalahannya disini jika ide adalah kombinasi dari unsure-unsur lama, apakah kita sudah atau memiliki unsur-unsur lama tersebut atau tidak. Pengalaman saya sendiri sebagai pengajar, dalam memberikan pelajaran kepada anak-anak, saya harus menyiapkan banyak ilustrasi atau alat peraga supaya pesan atau pelajaran yang saya sampaikan bisa dimengerti dengan mudah. Yang menarik saat menyiapkan sebuah pelajaran otak saya secara tiba-tiba mengingatkan saya tentang cerita-cerita/ilustrasi/alat peraga yang beberapa tahun lalu saya pernah baca atau lihat . Ada yang 20 tahun lalu, ada yang baru kemarin ada yang 10 tahun lalu. Dan ajaibnya pikiran-pikiran tersebut menyatukan, menghubungkan pengalaman dan bahan-bahan yang berbeda tersebut menjadi satu bahan pelajaran yang matang. Oleh karena itu Jack Foster dalam bukunya mengatakan untuk mengkondisikan pikiran kita supaya mudah menghasilkan ide.


Dapatkan masukkan sebanyak mungkin Baik itu melalui bacaan, pengalaman, seminar dll. Kita tidak akan pernah tahu apakah buku yang kita baca 20 tahun lalu dengan buku yang kita baca kemarin tiba-tiba muncul dan menyatu menjadi satu ide baru. Yang jelas satu jika dibutuhkan otak kita yang ajaib tsb akan mampu untuk menyatukan dan menghubungkan pengalaman-pengalaman yang berbeda menjadi satu ide. Hal Penting lain yang dikatakan oleh Jack Foster Belajarlah bagaimana cara mengkombinasikan Orang yang tahu kiat mengkombinasikan unsur-unsur lama lebih mungkin menemukan sebuah ide baru daripada seseorang yang tidak tahu carannya. Ice cream dan Roti jadi Ice cream Cone Sprite dgn Beer jadi Grend Sand (yang lama) Sepeda ditambah motor menjadi sepeda motor Tauge dengan tahu menjadi Gehu Kopi dengan Susu plus Coklat menjadi Capuccino Event Organizer dengan Wedding menjadi Wedding Organizer Suasana Desa dengan Rumah Makan menjadi RM Sapu Lidi Lagu dengan Drama menjadi opera Lagu dengan Kuis menjadi berpacu dalam melodi Data dan Telepon menjadi VOIP (Voice Over IP) Hobi nyanyi, AFI, Pak Goenawan jadi Talent Box (he he he) Yakinlah bahwa ide itu ada, Perbedaan antara orang-orang yang bergelimang ide dan mereka yang sebaliknya, tidak terlalu banyak berhubungan dengan sejumlah kemampuan lahir dalam mendapatkan ide-ide tersebut. Hal itu berkaitan dengan keyakinan bahwa mereka bisa merengkuh ide-ide tersebut.


Orang-orang yang percaya bahwa mereka bisa mendapatkan ide-ide itu, pasti bisa mewujudkan kepercayaan mereka demikian juga sebaliknya. Seperti yang sering dikatakan oleh pak Goen: Orang-orang masih membutuhkan masakan-masakan baru, hiburan-hiburan baru, hobi baru, buku-buku yang lebih baik, kemudahan-kemudahan, layanan-layana baru. Selalu saja ada hal-hal yang harus dibuat lebih baik, lebih lebar, lebih luas, lebih meriah, lebih mudah, selalu ada lebih banyak jawaban untuk satu masalah. Tugas kita hanya menemukan satu ide briliant saja dan itu cukup untuk hidup sampai 7 turunan. Oleh karena itu santai saja kata Jack Forster, ide tersebut ada di luar sana. Dan anda tahu anda akan menemukan ide tersebut. Jangan cemas sekalipun beberapa ide membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkannya dariapada waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ide-ide yang lain, menemukan ide tidak tergantung waktu, tempat kerja, jadwal, atau bahkan tergantung beban kerja. Anda bisa mendapatkan ide saat Anda sedang makan siang, atau ketikka anda sedang mandi atau saat anda sedang membawa anjing kesayangan anda pergi jalan-jalan. Anda bisa menemukan ide tersebut dengan cepat pada saat anda hendak menghidupkan mesin mobil atau pada waktu anda menekan tombol untuk menyalakan lampu. Mendapatkan sebuah ide tergantung pada keyakinan anda akan keberadaannya. Dan juga tergantung pada keyakinan anda terhadap diri andaa sendiri. Percayalah.!!! Sebagian bahan diambil dari buku ” How to Get Ideas ” Karangan Jack Foster Terbitan Quills Book Publisher Indonesia. (fwd frm.lukman s)

Jumat, 21 November 2008

Terima kasih ” masakan mama memang luar biasa” manis & pedasnya pas.

Terima kasih ” masakan mama memang luar biasa” manis & pedasnya pas.
Kata diatas cukup ringan, tapi efeknya besar.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.

Keponakan saya selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata
"terima kasih" saat petugas minimarket memberikan stroke dan uang kembalian.
Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "kata luar biasa" yang akan membuat
orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan
orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Saya jadi berfikir ”terima kasih” lebih jarang saya katakan daripada ”tolong” , walaupun sudah tergolong sopan dalam memberikan perintah, tapi tanpa kata terima kasih rasanya kurang. Efeknya memang luar biasa,orang yang mengucapkan terima kasih dengan tulus pasti dia bahagia telah terbantu, dan yang menerima pasti senang dengan apreseasi kita. Dan akan melanjutkan kebahagiaan ke anak, istri, tetangga keluarga dan lain-lain, begitu seterusnya.

Alangkah bahagia jika kita dapat membahagiakan orang lain, dan memulai dengan melakukan hal yang kecil, buang sampah pada tempatnya, pasti akan memudahkan tukang sampah bekerja. tidak meludah sembarang tempat, tidak menutup pintu dengan keras.. yach.. banyak lagi..
ringan kan..

Terima kasih ... Tolong... Ya hanya dua kata yang ringan, tapi jika hati kita tidak terbuka, akan sulit mengucapkan dan membiasakannya. Jadi inget 3M nya Aagym : Mulai dari hal yang kecil, Mulai dari diri sendiri & Mulai dari sekarang.

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka
yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan
menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita
lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan
cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi
kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita,
bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK,
apa yang Anda rasakan?

Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik.
Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan
membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga
kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang
memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu
terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan
tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba
keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan
salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing
orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil.
Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.

Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH,
jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan
ACTION.

"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan
beranjak untuk berubah"

FIGHT! Sumber : milis al-its

Senin, 03 November 2008

BERFIKIRLAH POSITIF


Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannyapasti tahu bahwa hidup kan lebih mudah dijalani bila kita selaluberpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflahyang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu,sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positifdan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

1. Melihat masalah sebagai tantanganBandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yangterlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati hidupnyaPemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya denganbesar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yanglebih baik.

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ideKarena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuatsegala sesuatu lebih baik.

4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas dibenakMemelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkansinga tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkanmasalah.

5. Mensyukuri apa yang dimilikinyaDan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentuSudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu,mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yangdijauhi si pemikir positif.

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakanPernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, merekaini jelas bukan penganutnya. NARO (No Action Review Only), NADO (NoAction Dream Only), NATO (No Action Talk Only), NACO (No Action ConceptOnly), NABO (No Action Briefing Only), NAMO (No Action Meeting Olny),NASO (No Acton Strategy Only)

8. Menggunakan bahasa positifMaksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalahitu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat."

9. Menggunakan bahasa tubuh yang positifDi antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakantangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara denganintonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.

10. Peduli pada citra diriItu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapijuga di dalam. SUMBER : berani gagal.com